November 2020, Ekspor Banten Turun 4,02 Persen

18
Foto: Instagram @jrl_production

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Nilai ekspor Banten pada November 2020 turun 4,02 persen dibanding Oktober 2020, yaitu dari sebelumnya sebesar 940,26 juta dolar AS menjadi 902,43 juta dolar AS.

“Penurunan ekspor tersebut terutama disebabkan oleh ekspor nonmigas November 2020 yang mengalami penurunan 3,99 persen dibanding November 2020. Dari 939,76 juta dolar AS menjadi 902,23 juta dolar AS dan ekspor pada komoditi migas yang turun 60,48 persen, dari 0,50 juta dolar AS pada Oktober 2020 menjadi 0,20 juta dolar AS,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Adhi Wiriana dikutip dari laman resmi BPS, Senin (4/12).

Khusus ekspor migas, penurunan tersebut lebih disebabkan oleh penurunan nilai ekspor komoditi hasil minyak, mengingat pada komoditi gas dan minyak mentah tidak terdapat kegiatan ekspor bulan November 2020.

“Dibanding kondisi bulan yang sama tahun 2019, nilai ekspor Banten November 2020
mengalami penurunan yakni 4,80 persen,” katanya.

Penurunan nilai ekspor tersebut didorong oleh ekspor nonmigas yang turun 4,80 persen, sedangkan nilai ekspor pada golongan barang migas terjadi peningkatan sebesar 32,18 persen.

Foto Facebook Ahmad Faijudin

Lebih lanjut, nilai ekspor Banten Januari-November 2020 mencapai 9.659,45 juta dolar AS atau turun 4,45 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Penurunan ekspor periode tersebut lebih disebabkan oleh ekspor nonmigas yang turun 4,39 persen, dan didukung oleh penurunan barang migas sebesar 69,92 persen,” katanya.

Menurut golongan barang, nilai ekspor nonmigas terbesar pada November 2020 berasal dari golongan barang alas kaki yaitu sebesar 193,97 juta dolar AS, disusul oleh golongan plastik dan barang dari plastik serta tembaga dengan nilai ekspor masing-masing sebesar 92,25 juta dolar AS dan 46,46 juta dolar AS.

Sedangkan berdasarkan negara tujuan
ekspor nonmigas terbesar pada November 2020 adalah Tiongkok dengan nilai ekspor 186,53 juta dolar AS disusul oleh Amerika Serikat dan Jepang, masing-masing sebesar 166,50 juta dolar AS dan 57,99 juta dolar AS.

“Sementara itu, untuk tujuan negara-negara ASEAN dan negara-negara Uni Eropa secara
berturut-turut sebesar 201,12 juta dolar AS dan 81,96 juta dolar AS,” pungkasnya. (ismet)