EKBISBANTEN.COM – Setelah libur Lebaran 2024, nilai tukar rupiah tercatat melemah hingga menembus level Rp16.200 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Edi Susianto menyampaikan pelemahan nilai tukar rupiah terjadi seiring dengan adanya sejumlah perkembangan global saat libur Lebaran.
Ia menyebut, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen terkait rilis data fundamental AS, di mana inflasi dan penjualan ritel tercatat berada di atas ekspektasi pasar.
“Perkembangan data AS tersebut semakin menunjukkan bahwa ekonomi negara itu masih cukup kuat,” katanya.
Lalu, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh memanasnya konflik di timur tengah khususnya konflik Iran-Israel.
“Perkembangan tersebut menyebabkan semakin kuatnya sentimen risk off, sehingga mata uang emerging markets, khususnya Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS,” ungkapnya.
Edi menuturkan, indeks dolar AS atau DXY selama periode libur Lebaran tercatat menguat secara signifikan, dari 104 menjadi di atas 106.
“Selama libur Lebaran, pasar NDF IDR di offshore juga sudah tembus di atas Rp16.000, atau sudah di sekitar Rp16.100, sehingga rupiah dibuka di sekitar angka tersebut,” jelasnya.
Diketahui, dikutip dari data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 353,50 poin atau 2,23% menuju level Rp16.201,5 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,14% menuju posisi 106,35. Level rupiah tersebut merupakan yang terlemah sejak April 2020.*