Niat Investasi Logam Mulia, Warga di Labuan Pandeglang Malah Dikibuli Toko Emas

93

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Ratusan warga di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang merasa dirugikan akibat membeli emas perhiasan di beberapa toko emas yang melakukan kecurangan saat melakukan transaksi jual beli.

Salah satu penggiat sosial media di Banten Imam s alias Bang Kumis Peduli mengatakan, kerugiakan yang dialami oleh konsumen berkisar antara Rp1-3 juta, dengan dalih penjual emas mengklaim emas yang akan dijual kembali (buy back) mengalami penyusutan ukuran.

“Toko emas ini sudah melakukan malpraktek, saya mendapat keterangan dari konsumen yang beli 10 gram emas ketika dijual dan ditimbang hanya 7 gram,” kata Imam usai melakukan audiensi dengan Dinas Koperasi UMKM dan Industri Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang, Kamis (3/1).

Ia juga menjelaskan, dalam audiensi tersebut, pihaknya memberikan informasi bawha terdapat dua toko emas yang melakukan malnpraktek perdagangan emas yakni toko Sinar Mas Banten dan toko Cahaya Baru yang belokasi di Pasar Labuan.

“Ini baru sample, kita minta kepada Diskoperindag supaya membuat aturan atau memang jika sudah ada regulasi langkah seperti apa yang akan dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Konsumen Emas toko tersebut Lina membenarkan adanya malnpraktek toko mas di Labuan.

“Hampir semua sudah saya coba dan hanya penipuan belaka. Saya jual emas 10 gram dengan harga beli Rp930 ribu /gram dan ketika buybcak di beli Rp420 ribu /gram. dengan alasan emas murah, ditambah potongan 30/gram. yang awalnya bilang Rp25 ribu /gram di tambah emas nya udah lama kata nya susut. Emas baru 3 bulan juga belum. Susut kemana larinya kalau bukan dia yang licik mah,” kata Lina.

Kemudian, Saat dikonfirmasi ekbisbanten.com Kepala Diskoperindag Pandeglang Suhedi Kurdiatna menyampaikan, pihaknya akan melakukan pemangilan secara bertahap terhadap toko yang bersangkutan.

“Kita akan melakukan pemanggilan sekitar minggu depan terhadap dua toko emas tersebut, dan supaya jelas keterangan nya seperti apa. Untuk sanksi sendiri kita juga masih belum bisa memberikan tindakan lebih lanjut,” tutup Eed.

Turut hadir dalam agenda tersebut Aktivis Peleton Pemuda Pandeglang Aris Doris didampingi aparat kepolisian setempat. **