Nelayan di Labuan Tak Melaut Dua Hari Akibat Cuaca Buruk

176
Foto/Istimewa

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Para nelayan di pesisir Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang tidak pergi melaut sejak hari Sabtu (28/11/2020) akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Selatan Provinsi Banten.

Salah satu Koordinador Nelayan di Labuan Jajuli mengatakan, ketinggian gelombang laut di pesisir Labuan mencapai empat hingga lima meter sehingga tidak memungkinkan nelayan mencari ikan.

“Ya terpaksa nganggur dulu sampai satu minggu kedepan, kalau dipaksakan melaut juga hasil tangkapan tidak akan maksimal, kita tunggu saja sampai kondisi membaik,” kata Jajuli kepada Ekbisbanten.com, Minggu (29/11).

Jajuli sendiri membawahi 7 orang nelayan di wilayah Labuan dengan mengincar hasil tangkapan berupa rajungan dan keong laut.

“Dalam satu hari satu nelayan mampu mengangkut hingga 5 kilo rajungan dan keong bisa diangkut kedarat, cuma kalau cuaca begini tidak bisa kami paksakan,” papar Jajuli.

Biasanya kata Jajuli, nelayan di pesisir Labuan pergi melaut menjelang malam dan pulang pada ke esokan harinnya.

“Untuk satu nelayan sudah kami fasilitasi alat tangkap berupa 200-500 jaring rajungan, untuk ditempatkan di bagan,” jelasnya.

Pihaknya berharap kondisi cuaca di Labuan segera membaik, supaya para nelayan mampu melaut kembali dan mengais rizki lebih banyak lagi untuk keluarga.

“Semoga cuacanya membaik karena Labuan punya potensi hasil laut yang bagus, saya juga ingin mengembangkan potensi rumput launya disini,” pungkas Jajuli. (Raden)