Nasib Komodo: Rawan Penyelundupan Dan Digilas Pembangunan Demi Bisnis

26

EKBISBANTEN.COM – Komodo, hewan langka asal Indonesia, bernasib buruk. Selama bertahun-tahun, sindikat kejahatan membunuh dan menjualnya ke seantero belahan dunia.

Tahun lalu, sindikat perdagangan satwa liar komodo terungkap ke publik. Hewan dengan nama latin varanus komodoensis disita dari tangan penjahat lingkungan.

Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap para pelaku penjual komodo yang telah beroperasi selama tiga tahun. Rantai kejahatan melibatkan warga setempat di habibat komodo. Pelaku dari Flofer bertugas menangkap dan mengirimkan ke pelaku lain di Surabaya melalui jalur laut.

Selama 2016-2019, sindikat menjual 41 ekor komodo dalam tujuh kali pengiriman ke pelanggan di berbagai negara. Nilainya fantastis untuk hewan yang disebut-sebut satu dari tujuh keajaiban dunia. Harga jual dari sindikat Rp20 juta per ekor anakan komodo, bisa melejit hingga setengah miliar rupiah di pasar gelap internasional. Para pembeli percaya saja dengan dalih pelaku bahwa hewan dilindungi hukum ini adalah hasil budidaya.

Polisi menemukan faktwa lain, komodo yang dijual masih berusia anak, diambil dari induknya yang terlebih dahulu dibunuh. Dalam pengungkapan, polisi menyita lima anak komodo yang akan dijual.

Para pelaku saat ini sudah menjalani persidangan dengan vonis antara tujuh bulan hingga tiga tahun. Sindikat ini antara lain Andika Wibisono divonis dua tahun dan enam bulan penjara; Vekki Subun tiga tahun; Arfandi Nugraha dua tahun; Eufrasius Bate tujuh bulan; dan Rizky Virsman Adhari dua tahun.

Keunikan komodo memikat para pencuri. Jauh sebelumnya, sembilan tahun lalu, tiga ekor anak komodo hilang dari Kebun Binatang Surabaya. Pelakunya tak jelas hingga sekarang. Di Indonesia tak hanya KBS yang punya izin penangkaran, di Jakarta juga ada komodo di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

Di habibat asalnya, kadal raksasa hidup di lima pulau meliputi Rinca dengan 1.300 ekor; Gili Motang 100 ekor; Komodo 100; dan Flores diestimasi 2.000 ekor. Jumlahnya terus meningkat. Diperkirakan ada 4.000-5.000 komodo hidup liar kendati statusnya rentan punah akibat perburuan liar dan penjualan gelap berdasar pemeringkatan Persatuan Internasional untuk Konversari Alam (IUCN). (*/Raden/Oposisicerdas)