Mulai 1 April 2022, Tarif Biaya Air Perumdam Pandeglang Naik 100 Persen

29
Dok/ Istimewa

PANDEGALANG, EKBISBANTEN.COM – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Berkah Pandeglang akan melakukan penyesuaian tarif dasar air mulai 1 April 2022.

Kenaikan tarif tersebut meningkat 100 persen, dari harga Rp900 menjadi Rp1.800 perkubik (1.000 liter) untuk pelanggan tarif sosial. Sementara itu, untuk tarif rumah tangga naik sebesar Rp1.300 dari Rp2.457 menjadi Rp4.057 perkubik.

Direktur Utama Perumdam Tirta Berkah Pandeglang Euis Yuningsih menyebut, penyesuaian tersebut dilakulan untuk mengoptimalisasi layanan kepada para pelanggan Perumda. Terlebih, penyesuaian tarif ini belum dilakukan sejak tahun 2011.

“Untuk optimalisasi pelayanan terhadap pelanggan yang notabene mengalami kebocoran pipa. Kondisi pipa 8 ins yang ada di Labuan sudah 42 tahun belum diganti sepanjang 5 kilometer. Kemudian pipa di Cikoromoi sudah 32 tahun belum diganti sepanjang 3 kilometer. Sekarang semua harga mengalami kenaiakn mulai dari bahan kimia, BBM juga memperngaruhi, ATK, ditambah tarif PLN dalam 3 bulan sekali mengalami kenaikan karena menggunakan tarif industri,” kata Euis kepada awak media, Selasa (15/3).

Euis juga menjelaskan, penyesuaian tarif ini sudah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 71 tahun 2016 diubah menjadi Nomor 21 Tahun 2020.

“Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat berupa brosur, dan pemberitahuan di rekening para pelanggan,” kata Euis.

“Dibandingkan dengan kabupaten/kota lainya, Kabupaten Pandeglang ini yang belum melakukan penyesuaian harga, kalau yang lain rata-rata sudah melakukan penyesuaian sejak tahun 2014-2015. Melihat soal tarif juga dibandingkan dengan Lebak, Pandeglang lebih murah kalau kita Rp4.057 sementara Lebak itu 5 ribu kurang sedikit harganya,” imbuh Euis.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Pandeglang Tatang Efendi menyampaikan, pihaknya berharap dengan adanya kebijakan baru ini tetap terjaga ketertiban masyarakat.

“Asumsinya sangat murah, dibandingkan tempat yang lain, saya kira (Perumda-red) gak sembarangan naikin harga dan sudah diperhitungkan,” tutup Tatang. ***