Mulai 1 Aguatus 2020, Pembayaran Retribusi di Pasar Induk Rau Pakai Non Tunai

11
Bank BJB launching MPOS QRIS, layanan transaksi non tunai berbasis Aplikasi di Pasar Induk Rau Kota Serang, Kamis (30/7) (Foto :Ekbisbanten /Abdur Rohman)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Bank BJB Kantor Cabang Khusus (KCK) Banten bersama Pemerintah Kota Serang dan Bank Indoneaia meluncurkan aplikasi MPOS QRIS BJB untuk mempermudah transaksi non tunai para pedagang Pasar Induk Rau Kota Serang, Kamis (30/7).

Pemimpin Bank BJB Kanwil IV Edy Kurniawan mengatakan, melalui aplikasi ini, pembayaran retribusi para pedagang pada 1 Agustus 2020 dapat dilakukan secara non tunai.

“Ini sebagai upaya agar tidak ada lagi peredaran uang palsu dan menghindari penularan Covid-19, karena transaksi dilakukan secara non tunai,” kata Edy kepada wartawan disela-sela peluncuran aplikasi MPOS QRIS dan acara penandatangan perjanjian kerjasama antara Bank BJB KCK Banten dan Disperindagkop Kota Serang terkait layanan penerimaan retribusi pasar secara non tunai di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang.

Kepala Bank BJB KCK Banten Budiatmo Sudradjat mengatakan, melalui layanan transaksi berbasis elektronik ini dapat mempermudah proses transaksi jual beli para pedagang dan pembeli di Pasar Induk Rau.

“Dengan launching Aplikasi MPOS QRIS ini dapat mempermudah transaksi jual beli di Pasar Induk Rau,” kata Budiatmo.

Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengatakan dengan adanya Aplikasi MPOS dari Bank BJB di Pasar Induk Rau diharaokan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang.

“Kami mengapresiasi Bank BJB dalam peluncuran aplikasi MPOS QRIS ini, harapannya aplikasi ini akan meningkatkan PAD Kota Serang,” ungkapnya.

Layanan MMPOS QRIS Bank BJB (Foto :Ekbisbanten /Abdur Rohman)

Sementara itu, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Uang Rupiah dan SLA Bank Indonesia Banten Erry P. Suryanto mengungkapkan, seiring dengan perkembangan Industri 4.0 sistem pembayaran berbasis digital perlu terus dikembangkan.

“Peluncuran ini harapannya, dapat memudahkan dari segi akuntabilitas dan transparansi anggaran pemerintah. Implementasi QRIS bisa digunakan disegala bidang, seperti ekonomi, ibadah, pendidikan sampai pemerintahan,” jelasnya.

Kepala Dinas perdagangan dan koperasi Yoyo Widjayanto mengatakan, transaksi menggunakan QRIS di Pasar Induk Rau secara resmi diterapkan mulai 1 Agustus 2020.

“Dari 2.500 kios sudah 300 toko yang sudah bisa bertransaksi dengan QRIS, rencananya tidak hanya Pasar Induk Rau, tapi pasar lainnya akan mengikuti,” jelasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Divisi Sistem Pembayaran Uang Rupiah dan SLA Bank Indonesia Banten Erry P. Suryanto, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin, Pemimpin Bank BJB Kanwil IV Edy Kurniawan, Pemimpin Bank BJB KCK Banten Budiatmo Sudradjat, Kepala Disperindagkop Kota Serang Yoyo Wicahyono, Kepala Disperindagkop Kabupaten Serang Abdul Wahid, Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang Achmad Mujimi, Dirut PT Pesona Banten Persada Ovi Hurotunnufus, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Induk Rau Muhammad Zein dan Puluhan Pedagang Pasar Induk Rau. (rohman)