Merasa Dirugikan, Owner Bakso Ngeces Bantah Terima BST

1043

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Beberapa hari lalu, salah satu media di Banten mewartakan, Dede Ahmad Taofik yang merupakan menantu dari Kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Sekaligus Owner Bakso Ngeces diduga menerima Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Beberapa Anggota Keluarga saya memang terfadar sebagai peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BST, dengan nominal bantuan Senilai Rp600 ribu. Perlu diketahui tidak pernah mendaftarkan diri tapi terdata, bahkan saya dan keluarga saya sepakat tidak mengambil uang sepeserpun dari BST itu saat ada pembagian,” tegas Dede saat dihubungi Ekbisbanten.com, Jumat (5/6).

Ia juga menjelaskan, tidak hanya namanya saja yang tercantum sebagai penerima BST tersebut, melainkan beberapa anggota keluarganya juga terdaftar sebagai penerima BST.

“Kok cuman nama saya yang digoreng, apa mau mengadu domba saya dengan pihak Dinsos, atau ada sentimen pribadi dengan usaha saya? Apalagi masalah ini sudah berlalu beberapa minggu, kenapa tidak klarifikasi ke pihak desa atau ke saya pribadi? ini namanya black campain, dan sangat merugikan saya,” tukas Dede.

Sementara Itu, Dede membuat berita acara meminta pihak desa Batu Bantar untuk membatalkan/menghapus namanya dari daftar penerim BST, dan meminta agar bantuan BST itu bisa di berikan ke warga yang lebih membutuhkan.

Dilain pihak, Kepala Desa Batu Bantar, Ahmad Syihabudin mengatakan, Dede sudah mengklarifikasi terkait BST yang terdaftar di kelurahan, bantuan ini juga sebenarnya sudah diberikan sebelum lebaran kemarin.

“Dede sudah mendatangi kantor dan meminta kepada pihak desa supaya namanya beserta seluruh keluarga untuk dicoret sebagai penerima BST, Dede juga belum mengambil sepeserpun dana BST,” kata Syihabudin.

Ia juga mengatakan, kepada maayarakat yang merasa mampu dalam segi ekonomi namun merasa mendapatkan BST untuk memberikannya kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

“Ini akan mengurangi beban masyarakat dan membantu pemerintah untuk memberikan bantuan secara tepat,” tutup Syihabudin. (Raden)