Menikmati Lezatnya Rabeg Ibu Isah Khas Kota Cilegon

566
Lokasi warung makan Ibu Hamsah atau Ibu Isah pemilik Nasi Uduk Rabeg khas Cilegon terletak didepan Toko buku Lionir Agung, tepatnya di Jalan Stasiun Cilegon, Kelurahan Jombang Kali, Kcamatan Cilegon. (RYAN/EKBISBANTEN.COM)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Mendengar kuliner rabeg tentu sudah tak asing ditelanga. Terlebih makanan khas Provinsi Banten ini merupakan menu istimewa pada masa Kesultanan Maulana Hasanudin Banten.

Selain itu, kuliner ini juga memiliki sejarah yang cukup panjang, bagi sebagian besar masyarakat Banten khususnya Cilegon.
Makanan yang terbuat dari olahan daging kambing, daging sapi atau kerbau dan jeroan ini mempunyai cita rasa pedas bercampur manis.

Saat ini menu ini menjadi salah satu menu andalan saat acara-acara pernikahan maupun bulan ramadhan. Karena menurut kepercayaan masyarakat Banten khususnya warga Cilegon, Rabeg menjadi salah satu menu istimewa disukai Sultan Hasanuddin Banten dan keluarganya.

Kini makanan ini paling enak disantap dengan nasi uduk ditambah dengan emping dan satu telur dadar sebagai pelengkapnya. Bahan bumbu yang dibutuhkan untuk membuat rabeg ini sendiri terbilang tidak begitu sulit. Bahan dan bumbu yang dibutuhkan antara lain seperti daging kambing, tomat, cabe merah, merica, kunyit, jahe, daun salam dan kecap manis. Kemudian bumbu tersebut ditumis dan disatukan pada daging sapi hingga matang.

Nah bagi anda yang belum mencoba kuliner satu ini, cobalah mencicipi rabeg olahan Ibu Hamsah atau Ibu Isah pemilik Nasi Uduk Rabeg khas Cilegon depan Toko Buku Pionir Agung, tepatnya di Jalan Stasiun Cilegon, Kelurahan Jombang Kali, Kcamatan Cilegon.

Ditempat Ibu Isah, menu rabeg menggunakan daging sapi sehingga aman bagi mereka yang punya masalah darah tinggi.

“Rabeg ini kan sebenernya terbuat dari kambing,  tapi saya coba buat dengan daging sapi. Alhamdulillah semua orang pada suka,” ujar Ibu Hamsah kepada Ekbisbanten.com, Jumat (13/3).

Isah menceritakan, usaha warung nasi uduk dan rabeg miliknya ini dirintis sejak 1993 tersebut.

Sejak saat itu Isah mengaku, warung nasi uduk rabegnya tidak pernah sepi pembeli. Bahkan saking larisnya, warung rabeg yang buka mulai sore pukul 16:30 WIB ini mampu menghabiskan 40 kilo gram (Kg) daging sapi dan 25 Kg beras.

“Setiap hari kadang kalau ada yang mau membeli hingga jam 12 malam juga udah habis,” kata Isah.

Untuk harganya sendiri, satu porsi rabeg milik Ibu Isah dipatok mulai dari Rp15 ribu sampai Rp20 ribu dengan campuran telur dadar. (Ryan)