Masyarakat di Lingkungan TPSA Bagendung Cilegon Gunakan Gas Metana Untuk Masak

78
Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Kota Cilegon. (Foto: Abdul Rosid / Ekbisbanten.com)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, milik Pemkot Cilegon tidak hanya sebagai tempat penampung buangan sampah di bagian hilir saja. Pada TPSA Bagendung sampah yang dihasilakan dari masyarakat dan perusahaan dimanfaatkan menjadi hal yang berguna bagi masyarakat.

Sampah tersebut diolah oleh Pengurus TPSA Bagendung salah satunya menjadi gas methane (CH4) atau biogas. Karena, gas ini bisa dimanfaatkan untuk bahan bahan bakar pengganti LPG.

Gas metana sebenarnya merupakan salah satu gas yang berbahaya, karena gas ini merupakan salah satu dampak efek rumah kaca yang disebabkan global warming pada bumi.

Namun, di tangan pengurus TPSA Bagendung, gas ini dijadikan sebagai pengganti gas yang digunakan untuk memasak oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu, selain mengurangi dampak dari efek rumah kaca dengan memanfaatkan gas metana sebagai sumber energi alternatif, gas metani ini memang dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah dan mengurangi areal untuk penampungan sampah.

Kasubag TU TPSA Bagendung Hatibi mengatakan, sampah yang dihasilakan oleh masyarakat dan perusahaan di Kota Cilegon tiap harinya sangatlah banyak. Untuk mengurai sampah itu pihaknya memanfaatkan sampah dengan mengubahnya menjadi gas metana.

Hasil proses pengolahan itu yang tidak lain menjadi gas metana bisa dijadikan bahan bakar untuk masyarakat pengganti LPG. “Untuk sementara ini kita hanya memanfaatkan dari sampah itu yakni gas metana yang dihasilkan dari sampah,” kata Hatibi saat ditemui awak media, Kamis (22/7/2021).

Gas metana yang dihasilkan, lanjut Hatibi, diberikan kepada masyarakat sekitar TPSA. Pemberian gas tersebut dilakukan secara cuma-cuma atau gratis. Dalam data yang dicatat oleh pihaknya sekitar puluhan kepala keluarga mendapatkan gas tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan instalasi dan kompor untuk masyarakat yang menggunakan gas metana sebagai pengganti LPG.

“Gas metan itu kita salurkan kepada masyarakat sekitar TPSA sini. Dan nanti yang mengelolanya masyarakat. Karena masyarakat sekitar udah di kasih instalasinya termasuk kompornya. Yang memiliki itu sekitar 60 kepala keluarga,” ucapnya.

Selain gas metana, dirinya juga akan mengolah sampah menjadi bahan yang bermanfaat lainnya, seperti kompos, bio solar bahkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS). “Kedepannya nanti kita bikin kompos dari sampah organiknya. Termasuk pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) dan itu kita targetkan tahun depan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, setiap harinya TPSA Bagendung menampung kurang lebih 500 kubik sampah. Sampah tersebut datang dari 8 Kecamatan yang tersebar di Kota Cilegon. Untuk mengangkut sampah tersebut pihaknya mengerahkan 40 armada pengangkut sampah.

“Tiap hari kita menampung sampah sebanyak 500 kubik yang diangkut 40 armada yang didalamnya ada Drum Truck, Amrol, dan pickup kecil,” tutupnya. (Mg-Ocit)