Maret 2020, Kota Serang Alami Inflasi 0,22 Persen Tertinggi se-Banten

166
Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana. (Foto: Topmedia)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat laju inflasi Kota Serang pada Maret 2020 menjadi yang tertinggi di Banten sebesar 0,22 persen dengan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,48.

“Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar di Kota Serang adalah emas perhiasan sebesar 0,08 persen, telur ayam ras sebesar 0,06 persen, daging ayam ras dan kopi bubuk masing-masing sebesar
0,04 persen, bawang merah sebesar 0,03 persen, air kemasan, melon dan minyak goreng dan bawang putih masing-masing sebesar 0,02 persen serta anggur sebesar 0,01 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana melalui laman resmi BPS, Rabu (1/4).

Sementara itu komoditas yang memberikan andil deflasi kata Adhi diantaranya adalah cabai merah sebesar 0,07 persen, cabai rawit sebesar 0,04 persen, dan beras sebesar 0,02 persen.

“Selain itu ikan kembung, ayam hidup, petai, ikan bawal, santan jadi masing-masing sebesar 0,01 persen sementara jengkol dan daging sapi masing-masing memberikan andil deflasi sebesar kurang dari 0,01 persen,” katanya.

Adapun indeks harga konsumen dan inflasi antarkota, yakni Kota Serang, Cilegon dan Kota tangerang pada Maret 2020 sebesar 0,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,82.

Dimana, dari 3 kota IHK yang ada di Provinsi Banten, dua kota IHK mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Serang sebesar 0,22 persen dengan IHK sebesar 106,48 dan Kota Cilegon inflasi sebesar 0,11 persen dengan IHK sebesar 105,56. Sementara itu Kota Tangerang mengalami deflasi sebesar
0,01 persen dengan IHK sebesar 104,40,” katanya.

Provinsi Banten pada Maret 2020 mengalami inflasi 0,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya, akibat naiknya indeks harga konsumen (IHK) dari 104,78 menjadi 104,82.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga dari kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,22 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,47 persen, kelompok kesehatan 0,02 persen, kelompok transportasi sebesar 0,16 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,19 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,00 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,09 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,51 persen.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya sebesar -0,04 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,11 persen. (Red)