Marak Wabah PMK, Pedagang Hewan Kurban di Cilegon Kesulitan Cari Pasokan dari Luar Daerah

13
Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon saat mengecek kondisi hewan kurban yang dijual di Villa Ternak Cikerai pada 20 Juni 2022 kemarin. (Foto: Dokumen Villa Ternak Cikerai untuk Ekbisbanten.com)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Pedagang hewan kurban di Kota Cilegon mengaku kesulitan memesok sapi dari luar daerah akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Salah satunya dialami pedagang hewan kurban dari Villa Ternak Cikerai yang berlokasi di Jalan Pasir Angin, Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

“Itu yang bikin susah kita ngambilnya. Ada beberapa yang biasa kita ambil sapinya itu di lockdown, contohnya di Jawa Timur, di Purwakarta. Kita gaboleh ngambil di sana. Jadi susah. Harus memakan banyak waktu,” kata Admin Keuangan dan Umum Villa Ternak Cikerai Faizah kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

BACA: Pemprov Jamin Hewan Kurban Yang Dijual di Banten Bebas PMK

Lantaran sulit mendapatkan pasokan hewan kuran dari luar daerah, pihaknya mengalami penurunan pasokan dibandingkan jelang Idul Adha 2021 kemarin.

Penurunan ketersediaan itu diakibatkan oleh wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkit hewan seperti sapi, kerbau dan kambing atau domba. Wabah PMK sendiri akhir-akhir ini menjadi momok bagi para petani dan peternak.

Faizah menyampaikan sejak adanya aturan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) menyangkut distribusi hewan ternak, Villa Ternak Cikerai kesulitan mendapatkan stok hewan kurban dari sejumlah daerah di luar Banten.

BACA: Pemprov Banten Gendeng Jabar Perketat Pengiriman Hewan Ternak Khususnya Sapi

Pada 2021 kemarin, Villa Ternak Cikerai memiliki ketersedian sapi sebanyak 400 ekor dan domba 650 ekor yang seluruhnya terjual habis. Namun, saat ini di Villa Ternak Cikerai baru tersedia 250 ekor sapi dan 500 ekor domba.

“Itu gara gara terdampak banget PMK, kita kaget banget sih sebetulnya sama PMK ini. Kita itu tahun ini rencananya harusnya memang stok kita itu banyaknya sebelum puasa,” katanya.***