Mantan Satpam Jadi Eksportir Talas Beneng di Pandeglang Raup Omset Rp300 Juta Perbulan

127
Eksportir muda asal Pandeglan Ardi Permana. Dok/Raden Warna/Ekbisbanten.com

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Ardi Permana (33) seorang pemuda asal Kabupaten Pandeglang terbilang sukses dalam bisnis ekspor talas beneng.

Pasalnya, pria yang permah bekerja sebagai satpam selama 9 tahun tersebut mampu mengekspor 30 ton daun kering talas beneng dengan omset Rp300 juta dalam sebulan.

“Saat itu, saya coba mencari inspirasi dan ingin sekali mengubah nasib dan maindset para petani di Pandeglang, supaya apa yang ditanam ini tidak terbuang sia-sia dan petani bisa sejahtera,” kata Ardi saat ditemui di kediamannnya di Desa Wanagiri, Kecamatan Saketi, Pandeglang, Rabu (4/8).

Sejak tahun 2017, Ardi fokus membangun bisnis ekspor khususnya komoditas tani di talas beneng, mulai dari ubi, batang ubi hingga daun talas beneng.

“Kebutuhan ekspor talas beneng sangat tinggi yaitu 90 sampai 150 ton dalam sebulan, belum lagi daun talasnya,” imbuhnya.

Negara tujuan ekspor komoditas talas beneng yang Ardi bidik yaitu Australia, Saudi Arab, Malaysia, hingga Belanda.

“Kedepan kami ingin bermitra dengan seluruh petani yang ada di Pandeglang, bahkan seluruh Indonesia karena talas beneng ini hanya ada di Pandeglang saja,” ujarnya.

Saat ini, Ardi mempunyai 50 karyawan dalam mengelola binsis ekspor tersebut, yang terdiri dari petani hingga ibu-ibu rumah tangga.

“Tangangan nya itu banyak sekali dalam memulai bisnis talas beneng, mulai sadi menyiapkan bibit hingga ke pemasaran produk,” sambungnya.

Ardi berharap, letupan semangat bertani dengan membidik pasar global diharapkan mampu memberi motivasi bagi milenial dan para petani di Pandeglang untuk kehidupan yang lebih baik.

“Jangan sampai kalah dengan wilayah lain, sebab Pandeglang ini punya sumber daya alam yang melimpah namun sumber daya manusianya yang harus cepat dibenahi supaya kita punya daya saing ekonomi yang baik,” tutup Ardi. (Raden)