Mahasiswa UNIVAL Ini Mampu Biayai Uang Kuliah Dari Hasil Jualan Makanan

219
Sunatun Saat memperlihatkan Produk yang dijualnya. Foto : Fauzul Imam / Ekbisbanten.com

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Mandiri dan berdikari layak dicanangkan kepada Sunatun (21) Mahasiswa Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Al-Khairiyah (UNIVAL). Pasalnya, dirinya mampu membiayai bayaran kuliah dari hasil berjualan makanan ringan stik.

Diceritakan wanita asal Lingkungan Dukuh Malang, Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon ini bahwa kegembiraan berjualan sudah ditanamkan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Pada saat itu, dirinya tidak menguntungkan uang jajan kepada ibunnya. Karena saat itu ayahnya sudah tiada. Sehingga, bertekada untuk hidup secara mandiri.

“Saya mulai usaha ini untuk kemandirian ekonomi saya secara pribadi sehingga tidak merepotkan orang tua apalagi keluarga besar, sejak SD saya tidak terbiasa meminta uang kepada orang tua kalau engga dikasih secara langsung sama orang tua, apalagi saya sudah yatim sejak umur 7 tahun,” katanya, kepada Ekbisbanten.com Sabtu (31/7).

Tekad itu, lanjut wanita yang akrab disapa Atun ini, ia bawa sampai duduk di bangku kuliah. Pada saat ini dirinya melakukan aktifitas yang sama saat waktu duduk di SD. Yang membedakan, saat ini dirinya berjualan makanan ringan yang ia namai Atun Stik.

Dilanjutkan Atun, stik yang ia buat merupakan olahan sendiri. Ada pun modal, dirinya hanya merogoh gocek sebesar Rp 150 ribu dalam setiap mengolah makanan.

Dari Modal Rp 150 ribu, dirinya mendapatkan setiap bulannya meraup keuntungan sebesar Rp 3 juta . Uang tersebut ia gunakan untuk pembiayaan kuliah dan kebutuhan sehari-hari dan membantu orang tuanya.

“Alhamdulillah penghasilan saya sebulan bisa lebih dari Rp 3 juta dari hasil penjualan makanan ringan yang saya beri nama Atun Stik dengan varian rasa yang berfariasi,” cetusnya.

Untuk memasarkan produknya Atun memanfaatkan media sosial miliknya untuk berjualan serta mempromosikannya kepada hal layak umum.

“Iya saya jualan melalui online baik facebook, instagram, whatsApp. Yang kemudian transaksi diteruskan dengan sistem Cash on Delivery (COD) atau bisa juga lewat paket ekspres,” ujarnya.

Mesti kuliah sembari berjualan, namun tak menyurutkan niatnya untuk mengembangkan diri di luar bangku perkuliahan. Pengembangan diri itu ia lakukan dengan bergabung ke dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). “Saya ikutan organisasi HMI di Kampus,” ucapnya.

Atun juga memiliki cita-cita agar usaha ini terus berjalan sampai seterusnya dan menjadi besar serta mampu menghadirkan inovasi-inovasi produk lainnya yang mampu diproduksi dan dipasarkan olehnya. Namun dengan itu Atun juga tidak mau kalau harus mengganggu waktu kuliahnya.

Selain aktif berjualan anak bungsu dari 12 bersaudara ini juga aktif mengajar di Taman Pendidikan Quran (TPQ) Villa Madani Komplek Metro Cilegon, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nasrul Ulum Pasar Bunder serta les privat dari satu rumah kerumah lainnya kegiatan itu dilakukan agar ilmu yang pernah didapatnya selama ini bisa bermanfaat.

Untuk bisa memesan makanan ringan di Atun Stik bisa mengakses media sosial facebook Atun Stik dan instagram @atun_stik. (Fauzul/Ocit)