Mahasiswa Kritisi MoU Masalah Sampah dari Tangsel Yang ditampung Kota Serang

151
Foto: Arena LTE

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Cabang Serang, angkat bicara terkait kerja sama (MoU) antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan Kota Serang untuk penampungan dan pengolahan sampah.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Serang Arman Maulana Rachman menyampaikan, Setiap hari produksi sampah di wilayah Kota Serang mencapai 300-350 ton sampah/hari.

“Menurut Data Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, dari 360 ton setiap harinya, Pemkot Serang hanya sanggup mengangkut 75-80 ton saja ke TPSA Cilowong,” kata Arman secara tertulis, Senin (1/2).

“Berasa tidak logis kalau misalkan Pemkot Kota Serang ingin menanmpung sampah dari kota Tangsel kalau melihat Kapasitas kemampuan TPA Cilowong, Dan juga PR Kota serang terkait sampah belum selesai. Kota Serang harus mawas diri kalau ingin menampung sampah dari tangsel ke cilowong. Kalau saja mau ada perluasan tapi banyak dampak juga selain masalah kapasitas penampungan” sambung Arman.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Serang sedang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk penampungan dan pengolahan sampah beberapa minggu lalu, dengan nilai kerjasama Rp 48 miliar dalam 1 tahun. Nantinya, Kota Serang akan menampung sementara sampah dari daerah yang berbatasan dari DKI Jakarta tersebut.

Sementara itu Ketua Sapma PP Kota Serang Tedy Supriadi menyebut, MoU tersebut akan membuat wajah Ibukota Provinsi Banten sebagai Kota Sampah. Dampak yang terjadi akibat Sampah tersebut dapat menyerang segala sektor, baik itu sektor lingkungan, sosial, dan ekonomi daripada Masyarakat Kota Serang itu sendiri.

“Pemkot Serang jangan egois hanya mementingkan Pemasukan PAD. Dampak dari sampah ini akan luas kepada masyarakat Sekitar Cilowong” Tutup Tedy. (*/Raden)