Lulusan SMK Jadi Penyumbang Pengangguran Terbanyak, Akademisi Nilai Tidak Ada Link and Macth

42
Ilustrasi foto lulusan SMK jadi penyumbang terbanyak penganguran di Provinsi Banten. Foto: Ismatullah / EKBISBANTEN.COM

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penyumbang terbanyak tingkat pengangguran di Banten, yakni mencapai 126 ribu orang atau 14,84 persen.

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Gerry Ganika mengatakan, tingginya tingkat pengangguran tersebut disebabkan terputusnya jalinan sekolah dan industri paska kurikulum magang berakhir.

“Itu masalahnya, tidak ada link and match dengan industri. Dan tidak ada lagi kelanjutan paska magang, minimal ada penilaian dari perushaan supaya bisa dijadikan evaluasi buat pihak sekolah,” kata Gerry kepada ekbisbanten.com di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta, Senin (31/5).

Lanjut Gerry, selain lulusan SMK, tingkat pendidikan D3 juga menjadi lulusan yang cukup banyak menganggur, tercatat di BPS Provinsi Banten, lulusan Diploma 3 menempati urutan ke 4 jenjang pendidikan yang banyak penganggurannya yakni mencapai 6,91 persen.

“SMK dan D3 kan dasarnya menciptakan lulusan yang siap kerja, berbeda dengan S1 yang banyak belajar mengenai konseptual,” katanya.

Gerry juga mendukung program pemerintah pusat yang diwacanakan pada bulan November 2020 lalu akan ada program fast treck, yakni dengan menambah lama belajar selama satu tahun sudah bisa mendapat gelar D2.

“Awal tahun 2020 saya juga sudah mewacanakan hal ini, kita jaring siswa SMK terbaik, tiap anak SMK yang masuk Untirta masuk tanpa tes sesuaikan kurikulumnya. Apa yang sudah dipelajari disana langsung saja kasih nilai, jadi kuliah nya gak enam semester,” tutup Gerry.

Sebagai informasi, berikut ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
(persen) pada bulan Februari 2021.

SD 5,5 persen
SMP 9,15 persen
SMA 11,75 persen
SMK 14,84 persen
Diploma I/II/III 6,91 persen
Universitas 6,69 persen
(Raden)