Lindungi Kepentingan Nasabah, OJK Tata Ulang Industri Manajer Investasi

21

EKBISBANTEN.COM – Dalam rangka melindungi kepentingan nasabah dan menciptakan iklim investasi pasar modal yang aman dan teratur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menata ulang industri manajer investasi (MI) dengan menerbitkan rancangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang perilaku manajer investasi. Informasi tersebut disampaikan oleh OJK dalam laman yang diterbit di Jakarta, kemarin.

Dalam rancangan itu, MI secara tidak dilarang menerima hadiah atau manfaat yang dapat mempengaruhi untuk membeli atau menjual efek untuk kepentingan nasabah. Malah, MI juga dilarang menawarkan hadiah atau manfaat apa pun yang bertentangan dan mengandung benturan kepentingan dengan kewajibannya terhadap nasabah.

Pada klausul lain, MI selaku pengelola reksa dana dilarang melakukan transaksi negosiasi atas saham yang dikelola di bursa. Tapi larangan itu tidak berlaku jika hanya dibawah 10 persen dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada setiap hari bursa. Transaksi negosiasi masih diperbolehkan jika dilakukan wajib didukung alasan yang rasional dan kertas kerja yang memadai, dilakukan wajib mengacu pada standar eksekusi terbaik yang mengacu pada analisis rata-rata terbebani.

Larangan lainnya, MI dilarang melakukan transaksi efek melalui satu perusahaan efek melebihi 30% dalam satu tahun. Sementara itu, perusahaan efek yang ditunjuk wajib lolos uji tuntas oleh MI. Selain itu, OJK akan mewajibkan MI mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setiap efek dari perusahaan terbuka dan wajib menjadi anggota asosiasi MI yang diakui OJK.
Asal tahu saja, banyak kasus praktek nakal manajer investasi telah melukai kepercayaan investor di pasar modal.

Sebelumnya, OJK membekukan 24 produk reksa dana milik PT Kresna Asset Management. Walaupun investor masih dapat melakukan redemption, manajer investasi Grup Kresna tersebut dilarang menerima pembelian produk.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen pernah bilang, suspensi 24 produk reksa dana milik Kresna AM merupakan bagian pembinaan dan pengawasan yang dilakukan OJK.

“Saya tidak bicara individual, ini bagian pembinaan dan pengawasan yang dilakukan OJK terkait dengan aspek-aspek di dalam market conduct. Ini yang memang kita belum bisa sharing hari ini terkait yang dilakukan,” kata Hoesen.

Manajemen Kresna AM melalui keterangan resmi pun menegaskan produk reksa dana perseroan dikelola secara profesional dan diinvestasikan pada underlying yang sesuai dengan kebijakan investasi yang terdapat pada prospektus/Kontrak Investasi Kolektif reksa dana, terdaftar serta diawasi oleh pihak OJK. 

“Perseroan senantiasa mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pasar modal dan bersikap transparan kepada seluruh stakeholders termasuk nasabah dan OJK dan selalu melaporkan secara rutin dan berkala seluruh kegiatan pengelolaan reksa dana yang ada kepada OJK,” tulis manajemen Kresna AM. (*/Raden)