Lima Manfaaat Vitamin C untuk Melindungi Kulit

13
Ilustrasi perempuan dengan kulit sehat akibat vitamin C. (FOTO: FREEPIK)

EKBISBANTEN.COM — Peran vitamin C dalam kesehatan kulit telah dibahas sejak penemuannya pada tahun 1937 sebagai obat untuk penyakit kudis.

Vitamin C merupakan antioksidan alami yang umumnya terdapat pada buah-buahan seperti jeruk, lemon dan stroberi.

Terbatasnya vitamin C yang dapat diserap tubuh membuat vitamin C dalam bentuk topikal lebih disukai untuk kesehatan kulit.

Vitamin C topikal tersedia dalam berbagai produk perawatan kulit, seperti cleanser, serum, krim pelembab dan body lotion.

Dilansir dari Journal of Cosmetics : Dermatological Sciences and Applications pada tahun 2020, turunan vitamin C, Isostearyl-L-Ascorbic Acid (ISAA) dapat digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat.

Pemberian vitamin C topikal selama 12 minggu berturut-turut terhadap 25 orang pasien dengan tingkat jerawat ringan hingga berat, menunjukkan bekas jerawat yang berkurang secara signifikan dan tanpa adanya efek samping pada pasien.

Dirangkum dari Indian Dermatology Online Journal, proses vitamin C dalam melindungi kulit adalah sebagai berikut.

  1. Melindungi kulit dari radikal bebas

Ketika kulit terkena sinar UV, radikal bebas dalam bentuk reactive oxygen species (ROS) seperti ion superoksida dan peroksida dihasilkan.

Ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya (stres oksidatif), proses oksidasi dalam tubuh akan semakin tinggi hingga menimbulkan kerusakan pada sel DNA dan membran sel.

Sebagai antioksidan, vitamin C melindungi kulit dari stres oksidatif dengan menyumbangkan elektron untuk menetralisir radikal bebas.

  1. Menghambat produksi MMP

Stres oksidatif juga meningkatkan ekspresi enzim matrix metalloprotienase (MMP), yang dapat mendegradasi matriks kolagen dalam tubuh sehingga akan mempengaruhi proses penuaan kulit.

Penggunaan vitamin C topikal dapat menghambat produksi MMP dalam tubuh.

  1. Menghambat pembentukan melanin

Sinar UVA dan UVB dapat menyebabkan kulit terbakar, penuaan kulit dan kemungkinan pembentukan melanin (melanogenesis) pada kulit.

Hiperpigmentasi akibat produksi melanin yang berlebihan akan menimbulkan bercak gelap pada kulit yang lebih banyak dibandingkan kulit normal.

Vitamin C yang diserap tubuh akan berinteraksi dengan ion tembaga di sisi aktif enzim tirosinase dan menghambat kerja enzim untuk turut serta dalam proses sintesis melanin di membran melanosit.

  1. Meningkatkan sintesis kolagen

Studi klinis telah menunjukkan bahwa penggunaan topikal Vit. C meningkatkan produksi kolagen pada kulit.

Vitamin C berfungsi sebagai co-faktor enzim prolysyl dan lysyl hydroxylase yang bertanggungjawab dalam menstabilkan dan mengikat silang molekul kolagen.

Selain itu, Vitamin C menstimulasi peroksidasi lipid untuk menghasilkan malondialdehid yang dapat meningkatkan ekspresi gen kolagen.

Sintesis kolagen juga dipengaruhi oleh vitamin C yang mengaktifkan transkripsi sintesis kolagen dan menstabilkan mRNA prokolagen.

  1. Mengurangi inflamasi

Akibat radikal bebas, stres oksidatif menginduksi nuclear transcription factor kappa B (NFkB) yang berperan terhadap inflamasi dan anti aging.

Vitamin C bekerja menghambat NFkB, yang bertanggung jawab untuk aktivasi sejumlah sitokin pro-inflamasi.

Oleh karena itu, Vitamin C memiliki potensi aktivitas anti-inflamasi dan dapat digunakan dalam kondisi seperti acne vulgaris dan rosacea.

Lebih lanjut, vitamin C juga berperan untuk mempercepat penyembuhan luka dan mencegah hiperpigmentasi pasca inflamasi.

Formulasi vitamin C dengan vitamin E, hyaluronic acid, dan niacinamide juga dapat digunakan untuk mengurangi potensi iritasi pada kulit.

Sementara itu, pemakaian vitamin C disertai bahan antioksidan lain seperti vitamin E dan ferulic acid dapat lebih efektif dalam melindungi kulit dari sinar UV.*