Lesman Bangun Bidik 30 Perusahaan Media di Pandeglang Bergabung SMSI tahun 2022

27
(kiri-kanan) Ketua SMSI Pandeglang Muhaemin dan Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun usai menggelar agenda ngabaris. (DOK/ISTIMEWA)

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten Lesman Bangun, membidik sebanyak 30-35 perusahaan media di Kabupaten Pandeglang tergabung dalam SMSI di tahun 2022.

“Sekarang di Pandeglang ada 8 perusahaan media yang tergabung SMSI. Itu tadi tugas kita membina dan menjaga perusahaan media di Banten ini meskipun belum berbadan hukum pers, sehingga terferivikasi dewan pers nantinya,” kata Bangun dalam agenda ngabaris atau ngabuburit bareng jurnalis di ruang oproom Setda Pandeglang, Senin (18/4).

Bangun juga menilai, kondisi perusahaan media di Banten paska pandemi Covid-19 mengalami penurunan dari sisi sumber daya manusia baik media cetak maupun online.

“Jadi media yang di Banten ini memang setelah pandemi kemarin baik cetak maupun online menurun dari segi SDM, tapi kalau berita tetap (konsisten-red),” ujarnya.

Pihaknya juga terus berupaya menyehatkan kembali perusahaan media terutama mensejahterakan wartawan sebagai aset berharga perusahaan.

“Kita sebagai media, terus berupaya menyehatkan media kembali dan menuntun wartawan bisa bangkit kembali untuk mengangkat pemberitaan pemerintahan swasta, baik BUMN dan BUMD,” terangnya.

Menyikapi gempuran era distrupsi digitalisasi Lesman juga mengajak kepada seluruh perusahaan media untuk terus konsisten dan memberikan pemberitaan yang faktual dan menarik, supaya masyarakat bisa diberikan informasi secara menyeluruh.

“Kita tidak bisa berbohong, bahwa itu (distrupsi-red) ada, apabila kita terus memberikan informasi yang update maka hal tersebut lambat laun bisa diatasi, karena beda medos dengan media, kita sudah berbadan hukum, dulu saja ketika masih cetak bisa bergerak,” tegas Bangun.

Sementara itu, Ketua SMSI Pandeglang Muhaemin mengatakan, kegiatan ngabaris tersebut dapat meningkatkan kinerja wartawan.

“Semoga dapat meningkatkan kinerja wartawan di bulan Ramadan. Kinerja wartawan jangan kendor dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat, jangan lupa juga wartawan dapat bekerja sesuai kode etik jurnalistik,” pungkasnya. ***