Hal itu diungkapkan Pengamat Ekonomi Banten Bambang D S menanggapi diresmikannya Jalan Tol Serpan Seksi I oleh Presiden Jokowi Dodo (Jokowi) pada Selasa (16/11).
“Kalau di studi kelayalakan jalan tol dari Japan International Corporate Agency (JICA) itu kan harus 1.000 kendaraan lebih yang melintas, itu yang disebut layak,” kata Bambang kepada Ekbisbanten melalui telepon selular.
Bambang melanjutkan, jangan sampai investasi Jalan Tol Serpan ini menjadi rugi disebabkan beratnya beban investasi serta biaya pemeliharaan jalan yang cukup tinggi.
“Harga yang sekian ratus juta per meter bisa kembali dalam jangka waktu berapa lama?, Kesulitan juga nanti masalah liquiditas. jalan tol itu seharusnya langsung digunakan setelah dibuka biar menghasilkan,” kata dosen Universitas Bina Bangsa tersebut.
Masih kata Bambang, rute Jalan Tol Serpan yang melewati tiga kabupaten diantaranya Pandeglang, Lebak dan Serang dinilai masih sulit diakses masyarkat untuk menggunakan jalan tersebut.
“Daerah termiskin di Banten kan pandeglang, Serang, Lebak, orang miskin mana yanh mau akses jalan tol,” tukasnya.
Lebih lanjut, Bambang juga memberikan pandanganya terkait pembangunan Jalan Tol Serpan ini bahwa dari sisi kelayalakan menurut JICA, pembangunan jalan tol tersebut tidak layak digarap baik dilihat dari sisi logistik maupun pariwisata.
“Dilihat dari logistik tidak mungkin mengurangi harga bahan baku, justru menambah biaya orang lewat tol kan suruh bayar, itu membenani biaya produksi dan akhrirnya pada harga jual yang juga tinggi,” ujar Bambang.
Belum lagi kata Bambang sepanjang jalur Serpan belum dibuat industri besar ataupun sentra perkebunan guna memberikan kemudahan akses konektivitas bisnis.
“Konektivitas ke sumber-sumber pasar, ke pelabuhan, ke luar pulau atau luar negeri bukan pakai jalan tol, tapi misalkan jalannya diperlebar atau ditambah kualitasnya misalnya untuk menahan beban 20 ton,” tegas Bambang.
Selanjutnya, dari sisi Pariwisata Bambang membandingkan destinasi wisata yang berada di Puncak Bogor dengan pariwisata di wilayah Panimbang dengan jarak tempuh yang lebih dekat dari pusat ibukota Jakarta.
“Kita bandingkan dengan Puncak (Bogor) yang jaraknya 60 kilomter dari Jakarta, kan mereka penduduk padat, dan daya beli tinggi pasti padat. Nah sekarang daya beli di Pandeglang, Lebak dan Serang bagaimana?. Kita lihat apakah yakin destinasi disana (Panimbang) bisa menjanjikan, orang liburan pengen lihat-lihat pemandangN kalau jalan tol apa yang dilihat, kecuali mau mudik,” pungkas Bambang.
Sebagai informasi, total nilai investasi Jalan Tol Serpan adalah sebesar Rp 8,58 triliun terdiri dari Seksi 1 dan 2 porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang, serta Seksi 3 porsi Pemerintah.
Pengerjaan Seksi 2 diharapkan dapat bersamaan dengan penyelesaian Seksi 3 ruas Cileles – Panimbang yang akan dimulai awal 2022 dan diperkirakan akan tuntas pada tahun 2023 mendatang. ***
]]>