Krisis Semikonduktor Pengaruhi Diler Sepeda Motor Yamaha

20
Mekanik Yamaha. Foto/Raden/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Krisis semikonduktor dan chip kendaraan akibat pandemi Covid-19, tidak hanya berdampak pada produksi kendaraan mobil dan elektronik saja.

Ternyata kelangkaan semikonduktor ini berpengaruh terhadap strategi penjualan di diler sebagai ujung tombak perusahaan. Hal ini disebabkan karena produsen memangkas jumlah produksi kendaraan.

Semikonduktor sendiri merupakan “otak” komponen penting di industri mobil, pabrikan menggunakan peranti semikonduktor itu untuk sistem manajemen mesin, hingga sistem ABS, sistem transmisi, sistem instrumentasi kelistrikan, dan modul kendali kelistrikan pada bodi mobil. Bahkan kantung udara, hingga sistem pengaman tambahan.

Salah satu diler yang terkena dampak kelangkaan tersebut, diantaranya diler Yamaha Karya Sejahtera Kota Serang.

“Sekarang pun sudah kita rasakan, ada beberpaa unit yang terkendala dan sebagian lainya lancar,” kata Kepala Cabang Diler Yamaha Karya Sejahtera Kota Serang Deddy, Rabu (19/5).

Dikatakan Deddy, diler yang punya tugas utama menggencarkan penjualan kendaraan harus menyiasati kondisi tersebut. Salah satunya dengan mengurangi promosi penjualan.

“Karena untuk menjaga pendapatan perusahaan, memang kondisinya demikian, untuk saat ini paling promo dari leasing saja,” katanya.

Kendati demikian, selama Ramadan tahun 2021 kemarin, penjualan sepeda motor yamaha mengalami peningkatan sebanyak 20 persen. Dengam dominasi penjualan Yamaha N-max.

“Sampai saat ini, N-max jadi skutik yang dicari oleh calon pembeli,” imbuhnya.

Senada dengan Deddy, Kepala Bagian Servis Diler Yamaha Karya Sejahtera Serang Guntur Gunawan megutarakan, untuk servis kendaraan Yamaha belum mempunyai promo khusus bagi para pelanggan.

“Tidak ada promo khusus (servis) karena kalau di jakarta ada arahan promo maka kita laksanakan juga disini,” ujarnya.

Selama lebaran kemarin jumlah pengguna sepeda motor yamaha yang melakukan servis di diler mengalami peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan hari biasa.

“Biasanya pengendara melakukan servis ringan saja seperti ganti oli, stune up, perawatan mesin,” tutup Guntur. (Raden)