KRAS Pilih Divestasi Saham Anak Usaha Untuk Lunasi Utang Jatuh Tempo

12
Dok. KRAS

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Melorotnya perolehan laba PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) di kuartal pertama 2021 menjadi pertimbangan bagi emiten produsen baja ini untuk melakukan divestasi saham anak usaha guna membayar utang perseroan yang bakal jatuh tempo.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, Kamis (3/6) kemarin.

Perseroan menjelaskan, alasan divestasi saham perusahaan di beberapa anak perusahaan untuk ditawarkan bersama-sama sebagai satu perusahaan sub holding kawasan industri kepada investor strategis menjadi pilihan perseroan untuk menutupi kebutuhan pelunasan pinjaman. Saat ini, perseroan memiliki akumulasi kerugian neto sebesar 2,17 juta Dolar AS.

Selain itu, perseroan memiliki pinjaman yang akan jatuh tempo pada 2021 sebesar 258.897 Dolar AS termasuk pinjaman Tranche B sebesar 243.801 Dolar AS. Pembayaran pinjaman tranche B ini sebelumnya telah dijadwal ulang dari jatuh tempo yang semula September 2020 menjadi September 2021, sesuai kesepakatan dengan pemberi pinjaman tanggal 26 Oktober 2020.

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, inisiatif divestasi tersebut telah berjalan, termasuk pelaksanaan kajian hukum dan perpajakan serta rencana rinci divestasi tersebut. Manajemen menargetkan bahwa rencana divestasi tersebut akan selesai sebelum jadwal waktu pelunasan pembayaran pinjaman yang jatuh tempo di atas karena sumber pendanaan atas pembayaran pinjaman bergantung terhadap penerimaan dari divestasi tersebut.

KRAS juga saat ini berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public offering /IPO) beberapa anak usahanya. Salah satunya, anak usaha di bidang kawasan industri yang dianggap dapat mendatangkan keuntungan yang menjanjikan. Adapun, total liabilitas perseroan juga mengalami penurunan menjadi 2,98 miliar Dolar AS pada kuartal I/2021 dari posisi akhir tahun 2020 yang sebesar 3,03 miliar Dolar AS.

Rinciannya, total liabilitas jangka pendek turun menjadi 776,64 juta Dolar AS dari posisi 827,49 juta Dolar AS. Sementara, liabilitas jangka panjang meningkat tipis menjadi 2,212 miliar Dolar AS dari posisi 2,21 miliar Dolar AS. Di kuartal pertama 2021, performance kinerja keuangan KRAS masih tertekan meski berhasil meraup laba.

Pasalnya, perolehan laba emiten baja ini tercatat 22,087 juta Dolar AS atau anjlok 70,27 persen dibandingkan kuartal I 2020 yang tercatat sebesar 74,141 juta Dolar AS. Akibatnya, laba per saham dasar turun menjadi 0,0011 Dolar AS, dibandingkan tahun 2019 yang tercatat senilai 0,0038 Dolar AS.

Sebaliknya, perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih naik 55,62 persen menjadi 484,2 juta Dolar AS. Rincinya, penjualan baja untuk pasar dalam negeri naik 50 persen menjadi 372,71 juta Dolar AS. Bahkan, penjualan baja ke luar negeri melonjak 850 persen menjadi 57,8 juta Dolar AS. Namun, beban pokok pendapatan membengkak 60,31 persen menjadi 412,71 juta Dolar AS. Sehingga laba kotor naik 31,48 perse menjadi 71,48 juta Dolar AS.

Hanya saja, pendapatan operasi lainya hanya tercatat sebesar 1,97 juta Dolar AS, atau anjlok 94,2 persen dibandingkan kuartal I 2020 yang tercatat senilai 33,992 juta Dolar AS. Pada kuartal I 2020, perseroan membukukan penjualan lain lain berasal dari penjualan aset tidak produktif senilai 30,63 juta Dolar AS. Sedangkan di kuartal I 2021 nihil. (*/Raden/Neraca)