Kisah Owner Twin Foto, Kuliah Di Teknik 7 Tahun Punya Omset Rp1 Miliar Perbulan

46
Owner Twin Photo & Video Group Febriansyah Selamat Pribadi. Foto/Raden/Ekbisbanten.com

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Kuliah lulus telat, tidak menjamin kesuksesan dimasa depan. Karena setiap orang punya takdirnya masing-masing tergantung dari usaha yang dilakukan.

Seperti salah satu cerita pengusaha sukses Febriansyah Selamat Pribadi, yang sukses membangun bisnis wedding organizer dengan capaian omset Rp1 miliar perbulan bernama Twin Photo & Video Group.

Siapa sangka, Febri yang kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Sultan Ageng Tirtayasa harus menyelesaikan kuliahnya selama 7 tahun.

Kisah tersebut Febri ceritakan, kepada ekbisbanten.com ketika mengikuti kegiatan wedding expo “garden charm” di Hotel Horison Altma Pandeglang, Kamis (16/12).

“10 tahun saya membangun bisnis Twin Photo & Video bahkan semasa duduk di bangku kuliah. Intinya Konsisten aja, sama jangan lupa berdoa, terus ikut dan gabung organisasi itu penting,” kata Febri.

Pria yang juga menduduki jabatan sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI) Banten ini, menyebut peluang bisnis dalam jasa dekorasi dan wedding organizer sangat menjanjikan, salah satu buktinya yakni usaha Twin Photo dan Twin WO miliknya yang mampu meraup omset perbulan hingga Rp1 miliar.

“Profit paling tinggi untuk perusahaan ya bisa lebih dari Rp1 miliar,” imbuhnya.

Ia juga menceritakan, perjalan bisnis yang dibangun tidaklah mudah, melainkan banyak pembelajaran dan perbaikan bisnis supaya sistem manajemen menjadi lebih baik lagi.

“Dulu pertama kali saya buka, satu bulan bisa gak bisa dapat uang, pernah juga klien telat bayar, bisa dibilang ya rugi juga,” ucapnya.

Saat ini, kata Febri, untuk membangun bisnis dekorasi tidaklah sulit, karena banyak akses belajar melalui internet untuk terus mengembangkan usaha dan berinovasi.

“Kalau bisa dibilang zaman sekarang banyak dekorasi yang baru dan maju, sekarang banyak akses digital untuk menemukan barang-barang dekorasi, cuma yang gak melek google aja yang bingung buka bisnis,” katanya.

“Tantangan sekarang juga ya harus banyak mencari reverensi dan mencari ilmu karena dalam bisnis (dekorasi-red) tiap saat punya tren yang berbeda,” **