Kisah Irwan Tamrin yang Sukses Gagas Desa Wisata Digital di Pandeglang

42
Manager Leuwi Bumi Irwan Tamrin. Foto: Raden/ekbisbanten.com

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Perkembangan dunia digital secara menyeluruh menyebabkan perubahan pola hidup masyarakat hingga ke tingkat Desa.

Hal tersebut menjadi inspirasi bagi Irwan Tamrin (42), yang melihat potensi digitalisasi untuk memaksimalkan sektor pariwisata di desa yang belum dimanfaatkan dengan adanya perkembangan teknologi.

Mengawali karirnya di tahun 2010 ketika Irwan menjadi trainer anak, dirinya menggagas field trip bagi sekolah yang ingin melakukan study tour tetapi dengan konsep wisata edukasi.

“Jadi ini bisa dibilang scholl trip organizer pertama di Indonesia. Artinya kita gagas tour yang lebih spesifik atau konsep tematik seperti sains tour, matematic tour, music tour dan lain sebagainya,” kata Irwan.

Pria lulusan Magister Pariwisata Berkelanjutan di Unpad dengan IPK 4,00 ini, sukses mengembangkan konsep tersebut hingga mempunyai omset miliaran rupiah.

“Berlanjut di akhir tahun 2018, saya mengikuti agenda Kemenpar. Kemudian, melalui jejaring dalam agenda tersebut saya disarankan untuk mengikuti kompetisi wonderful star up academy, dengan konsep filed trip tematik tersebut,” tuturnya.

Tak disangka, dalam kompetisi tersebut Irwan yang mengagas wisatasekolah.com terpilih dari 300 peserta ke 30 besar.

“Sejak saat itu, saya sering komunikasi dengan Kepala Dinas Pariwisata Banten, dulu masih ibu Neng Nurcahyati. Kemudian kita sering komunikasi terkait perkembangan lomba, dan masuk ke 10 besar dan finalnya ada di Labuan Bajo dan alhasil masuk ke top 3,” terangnya.

Menurut Irwan, Pariwisata itu mempunyai tiga komponen penting diantaranya, atraksi, aksesbility dan amenitis atau akses pendukung.

“Nah, menurut saya aksesbility ini tidak harus tentang infrastruktur jalan, media sosial juga merupakan akses untuk mengenalkan wisata kepada masyarakat, dan saya fokus disitu,” terang pria yang juga menjabat sebagai Sekertaris DPD ASITA Banten.

Irwan menceritakan, pada awal tahun 2020 ia membangun startup bernama outing.id yakni sistem teknologi yang mengatur laporan kematian jika ada bencana alam tidak terduga.

“Pandeglang itu, banyak desa yang punya potensi tapi tidak punya sumber daya manusia. Ibarat kalau skala 1-10 dari berbagai effort dan berbagai segi, desa baru di level 3 jadi desa untuk mengenal digital, loncatannya terlalu tinggi. Ada start up perusahaan di level 9 yang mau turun ke desa, berarti perusahaan harus menurunkan level ke level 6, pertanyaanya ada untungnya ga?,” kata Irwan.

Selain Leuwi Bumi di Pandeglang, beberapa desa wisata yang berhasil digarap oleh Irwan diantaranya, Desa Sukarame Carita (Pandeglang, Desa Kertayasa (Jawa Barat), Desa Wisata Cilember (Bogor), Wisata Salasari (pangandaran) Batu Layang (Bogor), Wisata Air Berik (Lombok) Umah Buah (Serang), Museum Huta bolon Simanindo (Samosir), Ekowisata CMC (Malang).***