Kisah Direksi BUMD PT ABM yang Pernah Kena Tipu Rp700 Juta

160

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Siapa sangka Direksi PT Agrobisnis Banten Mandiri Ilham Mustofa, sebagai pemegang perusahaan plat merah milik pemerintah Provinsi Banten, pernah ditipu rekan bisnisnya hingga Rp700 juta ketika membangun bisnis hewan ternak.

“Ini resiko bisnis, yang penting jangan menyerah dan bersedih terlalu lama, harus bangkit lagi, dan perlu diingat kalau kita ditipu jangan sampai kita menipu orang,” kata Ilham saat di temui Ekbisbanten.com di Kantornya di Pendopo Lama, Alun-Alun Kota Serang, Selasa (17/11).

Meskipun merugi ratusan juta karena tertipu rekan bisnis kata Ilham, hal itu yang menjadikanya berhati-hati dalam berbisnis, sehingga konsep berbisnis menjadi lebih terprogram dengan baik.

“Biasanya kasus penipuan di bisnis itu adalah teman dekat sendiri cendrungnya, berbeda dengan penipuan lain kalau tidak kenal pasti tidak akan ada kaitan nya dengan bisnis kita,” jelas pria jebolan Universitas Jendral Ahmad Yani Bandung Jurusan Hubungan Internasional.

Saat ini, kata Ilham melalui PT ABM yang ia kelola, omset pendapatan dari bisnis peternakan dan pertanian mencapai angka Rp7-8 miliar dalam satu tahun.

“Kita mengelola unit bisnis para petani dan peternak yang tersebar di seluruh wilayah Banten,” katanya.

Pria kelahiran Serang, 11 Maret 1984 tersebut, pernah bermimpi menjadi seorang perwira kepolisian, hal tersebut dibuktikannya saat tergabung dalam Purna Paskibra Indonesia. Karena tidak mendapat restu dari orang tua, terpaksa Ilham harus mengubur impiannya tersebut.

“Saya ingin masuk Jurusan Kriminologi Universitas Indonesia (UI), dan satu-satunya di Asia Tenggara, namun tidak menemukan solusi dari orang tua, namun saya bisa lulus S2 di jurusan Ilmu Politik UI,” kata pria yang hobi beternak sejak kecil.

Sejak mengenyam pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), Ilham sudah aktif mengikuti berbagai organisasi sekolah. Hasilnya, saat ini ia menjabat juga sebagai Ketua Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia (HPDKI) merangkap sebagai dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Untirta.

“Jadi apapun itu harus kita syukuri, yang penting punya prinsip, dan pendidikan menyokong kita dalam membangun kapasitas berfikir dan menyusun jejaring secara luas,” kata ayak tiga anak tersebut.

Ilham bersama PT ABM mempunyai cita-cita membangun lumbung ternak di Provinsi Banten, ia melihat potensi Banten sebagai penyokong Ibu Kota Jakarta, mempunyai peran besar khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

“Peluang ini banyak ditinggalkan oleh anak muda, padahal sektor ini yang punya potensi menjanjikan,” pungkas Ilham. (Raden)