Ketua DPRD Kota Serang Berharap Raperda Pembangunan Industri Tarik Investor Kakap

19
Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi. Foto: Ismatullah / Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (PRD) Kota Serang tengah menggodok dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) baru.

Kedua Raperda tersebut yaitu, Raperda Kerja Sama dan Investasi Pemerintah, dan Raperda Rencana Pembangunan Industri. Dewan menilai dua Raperda itu sangat dibutuhkan masyarakat. Khususnya untuk menciptakan iklim investasi lebih terbuka di Kota Serang. Selain itu mampu menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan perekonomian masyarakat di Kota Serang.

“Dua Raperda tersebut merupakan tindak lanjut dari Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Yang kedua itu adalah komitmen DPRD Kota Serang kepada masyarakat terkait (penyediaan) lapangan kerja,” kata Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi kepada wartawan usai Rapat Paripurna Penjelasan Raperda Usul Prakarsa DPRD Kota Serang kepada Walikota Serang, Kamis (10/6).

Adapun berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) RTRW di Kota Serang, dua wilayah Kecamatan yang akan menjadi zona industri adalah Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Walantaka.

Budi berharap, dengan ditetapkannya dua daerah tersebut sebagai zona industri, Pemkot Serang segera menyiapkan infrastruktur jalan yang memadai. Sehingga, investor luar tertarik berinvestasi di Kota Serang.

“Untuk itu Pemkot Serang agar mendukung dari sisi infrastruktur, agar di daera-daerah industri itu banyak investor yang mau berinvestasi,” katanya.

“Saya sih mengusulkan dalam Raperda Rencana Pembangunan Industri ini 70 persen warga yang dipekerjakan merupakan asli warga Kota Serang, sehingga mereka merasakan keberadaan industri tersebut,” tambah Budi.

Lebih lanjut Budi mengatakan, dengan lahirnya Raperda Pembangunan Industri, tak hanya dapat menarik minat investor kakap datang ke Kota Serang, juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Ibu Kota Provinsi Banten.

“Untuk itu industri yang kami harapkan adalah industri besar, karena hanya Kota Serang yang tidak memiliki industri besar, semuanya industri kecil. Sehingga dengan adanya industri itu bisa menampung masyarakat Kota Serang. Karena setiap tahun itu ada kelulusan sekolah, yang tahun kemarin belum terakomidir ditambah lagi dengan tahun yang sekarang,” katanya.

Politis Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menargetkan, pembahasan hingga pengesahan dua raperda tersebut dapat rampung dalam waktu tiga bulan kedepan.

“Jadi Raperda ini komitmen DPRD dan saya sebagai wakil rakyat untuk bisa melayani masyarakatnya, ketika pengangguran tambah tinggi apalagi di tengah pandemi. Jadi sekali lagi intinya ini adalah antsipasi untuk kedepannya (menekan angka pengangguran),” kata Budi. (ismet)