Kerap Jadi Tumpukan Sampah, Libas susur DAS Cipunten Agung

66
Dok. Libas

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM Ratusan relawan yang tergabung dalam Labuan Bebas Sampah (Labas) menggelar aksi clean up susur sungai di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kegiatan tersebut dihelat sebagai bentuk kepedulian relawan terhadap persoalan sampah yang kerap mencemari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipunten Agung.

Ketua Pelaksana susur sungai Fikri Jufri mengatakan, banyaknya pembuangan sampah liar di sepanjang DAS, memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kelangsungan hidup ekosistem di sekitar sungai.

“Tumpukan sampah bisa merusak kualitas air dan tingkat kesuburan tanah sekitar DAS. Selain itu, sampah juga akan terbawa arus sungai dan menumpuk di laut,” ujar Fikri dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/5).

Oleh karenanya, lanjut Fikri, dibutuhkan upaya serius dalam menanggulangi persoalan sampah. Sehingga, perlu ada reformasi manajemen sampah agar tercipta lingkungan asri dan bersih.

Menurut Fikri, sistem open dumping atau sistem pembuangan terbuka yang menempatkan sampah dibuang begitu saja, dalam sebuat tempat pembuangan akhir tanpa ada perlakuan apapun dinilai sudah tidak relevan lagi.

“Padahal menurut UU Nomor 18 tahun 2008, Pemerintah Daerah harus meninggalkan sistem open dumping sejak 2013, tapi faktanya ? Pemerintah Kabupaten Pandeglang sampai saat ini memberlakukan sistem itu,” tegasnya.

Meski demikian, Fikri tidak menampikan, rendahnya kesadaran masyarakat turut andil dalam pencemaran lingkungan akibat sampah.

“Dalam hal ini, baik masyarakat maupun pemerintah punya andil. Masyarakat buang sampah sembarangan lantaran tidak ada fasilitas yang memadai, pemerintah juga terbilang lemah dalam mengedukasi masyarakat serta fasilitas manajemen sampah yang minim,” ungkapnya.

Sementara itu, Penanggung jawab susur sungai Aang Ahmed, mengatakan permasalah sampah merupakan tanggung jawab bersama. Baik pihak Pemerintah, swasta maupun masyarakat.

“Tidak cukup penyelesaiannya hanya pada satu pihak saja. Pemerintah, swasta dan masyarakat harus sama-sama mengurai persoalan ini sesuai dengan perannya masing-masing,” ujarnya.

Aang juga mengatakan, untuk menekan tingkat polusi yang disebabkan oleh sampah, dibutuhkan keterlibatan pihak swasta yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.

“Pengelolaan sampah secara komprehensif dari pihak swasta tentu dibutuhkan untuk mengurangi volume sampah, selain memiliki nilai ekonomis juga memiliki prospek yang baik bagi lingkungan, ” kata Aang.

Menurutnya, Labas merupakan sebuah inisiatif gerakan dalam menjawab persoalan sampah di daerah, khususnya di Kecamatan Labuan.

Ia juga mengapresiasi semangat relawan yang turut hadir menyukseskan kegiata susur sungai Cipunten Agung. Bagi Aang, semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan, akan memudahkan tercapainya lingkungan bebas sampah.

“Terimakasih kepada seluruh relawan yang sudah hadir, baik dari dan luar Pandeglang. Sebagai gagasan, Labuan Bebas Sampah tidak akan mati dalam satu gerakan saja, melainkan akan berkembang dalam varian gerakan,” ujar Aang.

Diketahui, kegiatan ini dihelat sekitar pukul 08:00 WIB hingga pukul 11:00 WIB. Estimasi sampah yang dihasilkan selama kegiatan, berjumlah 73 trashbag. (*/Raden)