Kemenperin Minta Pemda di Banten Ramah Kepada Investor

17
Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian RI Fridy Juwono saat menjadi narasumber Banten Economic Forum (BEF) Seri 2-2021 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dengan tema "Membangun Hilirisasi Industri Kimia di Provinsi Banten untuk Mendorong Ekonomi Banten dan Nasional" secara daring, Jumat (16/7). Foto: Tangkap layar zoom meeting BI Banten

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI meminta Pemerintah daerah (Pemda) kabupaten/kota dan Pemprov Banten lebih ramah terhadap para investor di tengah pengetatan PPKM darurat.

Hal ini bertujuan agar perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri yang memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) melaksanakan kegiatan industrinya sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Demikian ditegaskan Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin Fridy Juwono saat menjadi narasumber Banten Economic Forum (BEF) Seri 2-2021 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dengan tema “Membangun Hilirisasi Industri Kimia di Provinsi Banten untuk Mendorong Ekonomi Banten dan Nasional” secara daring, Jumat (16/7).

“Karena terkait PPKM ini kami sudah siasati dengan IOMKI. Artinya industri tetap beroperasi dan ada protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh industri,” kata Fridy Juwono.

Sehingga kata dia, pemerintah daerah dan aparat keamanan tidak agresif menutup operasional industri dengan alasan percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 saat PPKM darurat.

“Untuk itu kami juga berharap kepada Pemda, dan pihak aparat setempat jangan terlalu agresif untuk menindak industri, karena tetap di masa pandemi ini kami mencoba (menempuh) dua jalan, ekonomi tetap jalan tetapi penanganan pandemi tetap tuntas,” katanya.

“Jadi jangan sampai kita juga terjebak hanya penanganan pandemi saja. Karena (pemulihan) ekonomi tidak bisa mencapai sesuai apa yang kita inginkan. Ini yang kami harapkan karena industri sangat konsen prokes ini dan mereka melakukan sangat ketat. Jadi aparat jangan terlalu agresif sehingga mengganggu industri apalagi saat banyak dilakukan penyekatan-penyekatan,” tamnbah Fridy.

Sehingga dampak dari penyekatan-penyekatan itu lanjut Fridy, operasional dan mobilitas kegiatan Industri menjadi terganggu. “Ekspor di bulan Juni sangat bagus pak, tetapi nanti dengan kondisi pembatasan sampai Agustus ini kita jadi turun lag. Karena kemarin itu juga mendengar di Bea Cukai itu sistemnya down. Itu sangat-sangat (mengganggu) maupun dokumen dan kontainer (ikut terganggu). Jadi tolong juga di setiap daerah punya kearifan lokal untuk bisa lebih ramah terhdap investor,” katanya.

Tujuannya tambah Fridy, agar para investor yang ada di Banten tidak pindah ke daerah lain.

“Sebab banyak daerah karena tidak ramahnya banyak investor itu akan lari. Itu coba untuk Banten lebih ramah lagi lah terhdap investor dan bagaiamana membantu investasi yang ada, sehingga pada akhirnya yang menikmati adalah Pemda Banten, dari pajak, retribusi dan lain-lain,” katanya. (ismet)