Keluhkan Harga Kedelai dan Minyak Goreng Tinggi, Ketua Kopti Banten Minta Bantuan MPR RI

43
Kopti Banten
(Foto: Ist).

SERANG,EKBISBANTEN.COM – Meskipun Pemerintah sudah memberikan subsidi untuk minyak goreng, akan tetapi banyak masyarakat masih kesulitan mendapatkan komoditi tersebut. Bahkan sampai sekarang harga minyak goreng di Kota Serang pun masih tinggi.

Mirisnya, kenaikan harga minyak goreng pun berimbas pada kenaikan harga kedelai yang sudah mencapai Rp11 ribu di tingkat agen.

Hal itu berdampak kepada para pedagang tahu yang menilai bahwa kenaikan minyak goreng dan kedelai sangat memberatkan.

Salah seorang pedagang tahu goreng, Sahid (35) saat ditemui awak ekbisbanten.com, Selasa (8/2/2022) mengeluhkan hal tersebut.

“Saya pun bingung untuk berdagang, minyak goreng dan kedelai naik. Terus bagaimana ini kelanjutan produksi tahu goreng,” keluhnya.

Hal yang sama dirasakan pedagang tahu goreng, Usup. Ia pun mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng dan kedelai.

“Mau stop produksi kita punya tanggungan pak, mau di naikin harganya tahu kita nggak laku,mau bertahan modal kita habis,jadi harus bagaimana ini?,” ucapnya.

Menyikapi hal tersebut Redi Kurniadi sebagai Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Provinsi Banten mengatakan, bahwa Kopti sedang berusaha mengomunikasikan hal tersebut kepada pemangku kebijakan khususnya di Pemerintahan agar sekiranya memberikan solusi bagi keberlangsungan UMKM Provinsi Banten.

“Saya sekarang sedang  dan sudah meminta bantuan kepada Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid agar sekira bisa mendorong Pemprov Banten khususnya Pak Gubernur Banten agar sekiranya memberikan perhatian dan jalan bagi pengrajin tahu tempe,” ungkapnya.

Dikatakan Redi bahwa selama ini Pemprov Banten seperti cuek dan belum memberikan solusi yang signifikan bagi pengrajin atau Kopti.

“Apa mau bangkrut dulu baru di kasih perhatian,” tandasnya penuh rasa kesal.***