Kelompok PKBM Berharap Jalur Pendidikan Tekan Angka Kemiskinan di Daerah

71
KOLABORASI: (kiri) M Fikri Tanzil besama KPJ Kota serang dan dihadiri (ditengah) Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Serang Wiwi Laras Wijayanti usai meresmikan rumah singgah dan sekolah jalanan. Foto/Raden/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maju Bersama Kabupaten Pandeglang berupaya membantu menekan angka kemiskinan di Provinsi Banten. Salah satu caranya dengan mengajak masyarakat mengenyam pendidikan non formal berkualitas lewat sekolah penyetaraan paket.

Ketua PKBM Maju Bersama M Fikri Tanzil beralasan, tingginya tingkat kemiskinan berkorelasi dengan tingkat pendidikan masyarakat. Semakin tinggi pendidikan diharapka akan berdampak dalam menekan angka kemiskinan di suatu daerah.

“Namun kenyataannya, tidak semua orang punya hak mendapatkan pendidikan formal salah satunya karena kondisi ekonomi. Oleh sebab itu awal tahun 2020 lalu kita bangun PKBM ini. Agar masyarakat bisa memperoleh pendidikan bermutu,” kata Fikri kepada Ekbisbanten usai meresmikan rumah belajar bagi Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) kota Serang di belakang Terminal Pakupatan, Rabu (17/2).

Saat ini kata Fikri, PKBM Maju Bersama sudah diikuti oleh 83 peserta didik yang mengambil paket pendidikan A, B dan C. Diantaranya 43 orang asal Kota Serang, 30 orang asal Kabupaten Pandeglang dan 10 orang asal Kabupaten Lebak.

“Tentunya dengan adanya upaya ini menjadi satu jalan menuju perbaikan kehidupan serta mengangkat hak dan derajat masyarakat,” papar Fikri.

Baca Juga: KPJ Kota Serang Bangun Sanggar Belajar dan Rumah Singgah di Terminal Pakupatan

Baca Juga: Miris! Pengajian Rutin KPJ Kota Serang Dilakukan di Area Toilet Terminal

Sebagai informasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, ada 857,69 ribu penduduk miskin pada bulan September tahun 2020, atau naik menjadi 6,63 persen. Angka ini mengalami peningkatan terparah sejak tahun 2007 sebanyak 816,7 ribu orang.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Serang Wiwi Laras Wijayanti mengatakan bahwa penyebab meningkatnya kemiskinan ini disebabkan oleh pandemi Covid-19.

“Namun ada banyak hal faktornya, terutama kehidupan masyarakat yang belum stabil karena pendidikan yang implementasinya masih rendah untuk diterapkan,” kata Wiwi.

Baca Juga: KPJ Kota Serang Ingin Lanjut Sekolah Lewat Paket B dan Paket C

Saat ini kata wiwi, masyarakat masih terkendala ijazah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, karena mekanisme penyerapan kerja saat ini dilakukan dengan melihat tingkat pendidikanya.

“Perlu ada kolaborasi seperti yang dilakukan oleh komunitas (PKBM) ini, akhirnya masyarakat yang kurang beruntung mengenyam pendidikan formal bisa diberikan peluang untuk belajar,” pungkas Wiwi. (Raden)