Kejari Cilegon Terima Uang Pengganti Rp835 Juta di Kasus Korupsi Proyek Peningkatan Lapis Beton JLS

24
Kejari Cilegon
Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon melakukan konferensi pers, Kamis (7/4/2022). (FOTO: MAULANA/EKBISBANTEN).

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Terpidana Tindak Pidana Korupsi pada proyek peningkatan jalan lapis beton Jalan Lingkar Selatan (JLS) oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cilegon tahun anggaran 2013, Tb Dhoni Sudrajat membayarkan uang pengganti sebesar Rp835.76.608,20 juta rupiah kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, Kamis (7/4/2022).

Tb Dhoni (subkontraktor) merupakan salah satu dari tiga terpidana proyek JLS. Adapun terpidana lainnya dalam kasus yang sama yakni mantan Kepala DPU Kota Cilegon Nana Sulaksana dan Direktur PT Respati Jaya Pratama (RJP) Syachrul (kontraktor).

Tb Dhoni divonis oleh Hakim Pengadilan Tipikor, Serang yang diketuai oleh Slamet Widodo selama 1 tahun dan 8 bulan penjara, Syachrul selama 1 tahun dan 6 bulan penjara dan Nana Sulaksana selama 2 tahun penjara dengan dakwaan subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke KUHP pada 23 Maret 2021.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cilegon Muhammad Ansari mengatakan, selain pembayaran uang pengganti, pihak terpidana Tb Dhoni melalui keluarganya juga melakukan pembayaran pidana denda sebesar Rp50 juta rupiah.

“Uang pengganti ini tentunya eksekusi ini dapat terlaksana tentunya melalui tindakan Jaksa Eksekutor yang melakukan tindakan persuasif kepada terpidana beserta keluarganya. Juga dikarenakan ada itikad baik dari pihak terpidana dan keluarganya untuk melakukan pembayaran uang pengganti dimaksud,” katanya saat konferensi pers di kantor Kejari Cilegon.

Lebih lanjut, Ansari menyampaikan bahwa dengan dibayarkannya uang pengganti dan pidana denda tersebut, total uang yang akan disetorkan kepada kas negara yaitu sebesar Rp885.76.608,20 juta rupiah.

“Nanti akan dihitung langsung oleh pihak dari Bank BRI. Bank BRI akan langsung menyetorkan langsung ke kas negara,” ujarnya.

Sebelumnya, menurut Ansari bahwa berdasarkan putusan Majelis Hakim saat itu Tb Dhoni dikenakan pidana denda dan uang pengganti sebesar Rp 1,30 milyar sekian. Namun, pada saat itu Tb Dhoni beritikad baik dengan menyerahkan sebagian uang pengganti sebesar Rp 195 juta kepada Jaksa Penuntut Umum.

“Hari ini dengan uang yang tersebut yang rekan-rekan lihat, ini artinya terpidana telah melunasi uang pengganti yang dibebankan kepada dirinya berdasarkan putusan pengadilan tersebut,” terangnya.

Ansari juga mengungkapkan, dengan lunasnya pembayaran pidana denda dan uang pengganti tersebut, maka secara otomatis Tb Dhoni tidak perlu menjalani subsider atau tambahan pidana.

“Jadi kalau misalkan terpidana tidak membayarkan pidana dendanya akan dikenakan subsider di sana 3 bulan kalau dia tidak membayar pidana denda,” ujarnya.

“Kalau dia tidak membayar, melunasi kewajiban dia membayar uang pengganti sebesar Rp 1 milyar 30 juta 76 ribu 608 rupiah, 20 sen maka dikenakan tambahan pidana penjara selama 1 tahun,” sambungnya.

Untuk diketahui, berdasarkan keterangan Ansari, Syachrul yang juga terpidana korupsi pada proyek JLS juga telah membayarkan uang pengganti atas kasusnya tersebut.***