Keamanan Identitas Digital Perlu Ditingkatkan Dalam Industri Keuangan

17
Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Faletehan Yulaikah. Dok/Istimewa

Oleh: Yulaikah
Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Faletehan

Pada masa era globalisasi saat ini banyak sekali perkembangan yang telah terjadi, salah satunya adalah perkembangan teknologi.

Kemajuan teknologi berdampak pada beberapa aspek, salah satunya pada aspek transaksi dan jual beli. Pada artikel ini, penulis akan membahas mengenai keuangan dan ekonomi digital masa kini. Salah satu lembaga yang terkait dengan  keuangan dan ekonomi digital yaitu Bank Indonesia.

Bank Indonesia adalah Bank Sentral yang mencakup sebuah instansi atau lembaga keuangan milik Indonesia. Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan menjaga kestabilan  nilai  rupiah.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Bank Indonesia memiliki tugas-tugas sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang  Nomor 23 tahun 1999.

Berikut tugas-tugas Bank Indonesia :

•Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
•Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
•Mengatur dan mengawasi perbankan (tugas ini masih berlaku pasca-UU OJK namun difokuskan pada aspek makroprudensial dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia).

Selain tugas-tugas tersebut, Bank Indonesia juga memiliki beberapa fungsi dan peranan. Fungsi dan peran Bank Indonesia :

A. Fungsi Bank Indonesia
Menjaga stabilitas moneter.
Mengawasi dan membuat regulasi bank.
Menjaga sistem pembayaran tetap berjalan lancar.
Melakukan riset dan pemantauan.
Tempat menyimpan kas Negara.
Memberi bantuan kepada bank agar lepas dari krisis.

B. Peran Bank Indonesia
Bank Indonesia memiliki peran untuk menjaga stabilitas moneter.

Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan.
Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan.
Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis untuk menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan.

Perkembangan ekonomi digital dipicu oleh semakin berkembangnya teknologi pada masa kini. Hampir semua orang menggunakan gadget  untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan perkembangan digital ini, banyak inovasi baru, mulai dari ojek online, online travel, financial services, dan  perusahaan e-commerce pun turut meramaikan perekonomian digital di Indonesia.

Dengan perkembangan digital ini, tentu suatu kebijakan harus ditetapkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital.

Paling tidak ada satu kebijakan yang mengatur mengenai privasi data dan pengaturan pada e-commerce untuk mengatur keamanan data serta mengurangi kemungkinan terjadinya mismatch antara kewajiban dan model bisnis yang dapat menyebabkan ketidakpastian dalam suatu usaha.

Dunia saat ini sedang menghadapi masa pandemic dan Indonesiapun salah satu negara yang berdampak akan pandemic juga, sektor jasa keuangan termasuk di dalamnya industri perbankan merupakan kategori sektor esensial yang diizinkan dan diperbolehkan tetap beroperasi selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Meskipun begitu, di tengah pandemi tentunya kita dipaksa untuk mengurangi aktivitas tatap muka dan lebih banyak menggunakan layanan secara daring. Nah kehadiran layanan perbankan digital (digital banking) tentunya akan sangat membantu Sobat dalam mengakses layanan perbankan.

Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12 /POJK.03/2018 disebutkan bahwa Layanan Perbankan Digital adalah layanan bagi nasabah Bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik yang dikembangkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data nasabah dalam rangka melayani nasabah secara lebih cepat, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan (customer experience), serta dapat dilakukan secara mandiri sepenuhnya oleh nasabah dengan memperhatikan aspek pengamanan.

Pertumbuhan financial technology (fintech) di masa kini memang mulai merambah semua lini kehidupan masyarakat. Segala jenis transaksi melalui media sosial (facebook, instagram, whatsapp,dll), dari transportasi, membeli makan, jalan-jalan, hingga berbelanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mudah terutama karena didukung fintech.

Era digital saat ini diwarnai dengan munculnya perusahaan-perusahaan baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Perusahaan-perusahaan baru itu disebut dengan perusahaan rintisan atau start up.

Start up adalah perusahaan yang baru berdiri atau masih dalam tahap merintis, yang umumnya bergerak di bidang teknologi dan informasi di dunia maya atau internet. Dengan demikian istilah start up tidak berlaku untuk semua bidang usaha.

Terdapat beberapa manfaat adanya FinTech di lingkungan masyarakat, manfaat pertama yaitu, FinTech dapat membantu perkembangan baru di bidang start up teknologi yang tengah menjamur.

Hal ini dapat membantu perluasan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tersebut mendatangkan manfaat kedua yaitu peningkatan taraf hidup masyarakat. 

FinTech dapat menjangkau masyarakat yang tidak dapat dijangkau oleh perbankan konvensional. Selain itu, FinTech juga dapat meningkatkan ekonomi secara makro.

Kemudahan yang ditawarkan oleh FinTech dapat meningkatkan penjualan e-commerce. Manfaat terakhir yang paling dapat dinikmati oleh masyarakat besar adalah penurunan bunga pinjaman.

Hadirnya FinTech di Indonesia sendiri telah membantu masyarakat menyelesaikan berbagai masalah. Berikut beberapa jenis-jenis FinTech yang sedang berkembang dan memberikan solusi finansial bagi masyarakat Indonesia:

1. Crowdfunding
Crowdfunding atau penggalangan dana merupakan salah satu model FinTech yang sedang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan adanya teknologi ini, masyarakat dapat menggalang dana atau berdonasi untuk suatu inisiatif atau program sosial yang mereka pedulikan
2. Microfinancing
Microfinancing adalah salah satu layanan FinTech yang menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk membantu kehidupan dan keuangan mereka sehari-hari. Karena masyarakat dari golongan ekonomi ini kebanyakan tidak memiliki akses ke institusi perbankan, maka mereka pun mengalami kesulitan untuk memperoleh modal usaha guna mengembangkan usaha atau mata pencaharian mereka

  1. P2P Lending Service
    Jenis ini lebih dikenal sebagai FinTech untuk peminjaman uang. FinTech ini membantu masyarakat yang membutuhkan akses keuangan untuk memenuhi kebutuhan.
  2. Market Comparison
    FinTech juga dapat berfungsi sebagai perencana finansial. Dengan bantuan FinTech, penggunanya dapat mendapatkan beberapa pilihan investasi untuk kebutuhan di masa depan.
  3. Digital Payment System 
    FinTech ini bergerak di bidang penyediaan layanan berupa pembayaran semua tagihan seperti pulsa & pascabayar, kartu kredit, atau token listrik PLN. Salah satu contoh FinTech yang bergerak dalam digital payment system ini adalah Payfazz yang berbasis keagenan untuk membantu masyarakat Indonesia, terutama mereka yang tidak memiliki akses ke bank, untuk melakukan pembayaran berbagai macam tagihan setiap bulannya.

Sejatinya dinamika teknologi ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi setiap lini industri keuangan.