Kanwil DJP Banten Berhasil Ungkap Empat Kasus Tindak Pidana Perpajakan

57
Sumber foto: Google. (raden/ekbisbanten.com)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Dalam Penyidikan yang dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (Kanwil DJP) Banten bersama Polda Metro Jada dan Polda Banten berhasil mengungkap kasus tindak pidana perpajakan dengan tersangka berinisial ES, TK, IH, dan JDG.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (Kanwil DJP) Banten, Jatnika mengungkapkan, Berkat kerjasama antara penegak hukum Kanwil DJP Banten, Polda Metro Jaya, Polda Banten dan Kejaksaan Tinggi Banten, berkas perkara atas tersangka ES, TK, IH dan JDG sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Peneliti (P-21).

“Terhadap tersangka ES sudah divonis pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan denda sebesar Rp 4.730.755.030,- (empat miliar tujuh ratus tiga puluh juta tujuh ratus lima puluh lima ribu tiga puluh rupiah) oleh Pengadilan Negeri Serang,” dikatakan dalam siaran pers resmi Kanwil DJP Banten, Senin (17/2).

Jatnika menambahkan, Modus yang dilakukan oleh para tersangka adalah dengan mengaku sebagai konsultan pajak dan menawarkan jasa kepada beberapa perusahaan untuk membantu meringankan pembayaran pajak mereka.

“Tersangka ES telah disangka menerbitkan dan/atau menggunakan Faktur Pajak yang Tidak Berdasarkan Transaksi yang Sebenarnya (TBTS) atau yang lebih dikenal dengan Faktur Pajak Fiktif, sedangkan IH dan JDG sebagai yang membantu menerbitkan dan/atau menggunakan Faktur Pajak Fiktif tersebut,” imbuhnya.

Lebih jauh, Faktur Pajak Fiktif yang diterbitkan kemudian dimasukkan di dalam laporan SPT Masa PPN sebagai kredit pajak sehingga seolah-olah dapat mengurangi pembayaran pajak (PPN) perusahaan tersebut. Atas jasa tersebut para tersangka memperoleh imbalan berupa uang dari perusahaan yang menggunakan jasa mereka.

Atas perbuatan tersangka ES menimbulkan kerugian terhadap negara sebesar 5,9 miliar rupiah. Atas perbuatan tersangka IH menimbulkan kerugian terhadap negara sebesar 1,8 miliar rupiah. Sedangkan atas perbuatan tersangka JDG menimbulkan kerugian terhadap negara sebesar 2,3 miliar rupiah, dan begitu pula atas perbuatan tersangka TK telah menimbulkan kerugian Negara sebesar lebih dari 3 miliar rupiah dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 8 tahun.

Keberhasilan Kanwil DJP Banten dalam menangani tindak pidana di bidang perpajakan ini sekaligus menunjukkan keseriusan dalam melakukan penegakan hukum dalam bidang perpajakan di wilayah provinsi Banten yang akan memberikan peringatan bagi para pelaku lainnya dan juga untuk mengamankan penerimaan negara demi tercapainya pemenuhan pembiayaan negara dalam APBN. (raden/red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here