Kakorlantas Tinjau Jalur Mudik di Pelabuhan Merak, Polisi Siapkan Manajemen Traffic

10
Kakorlantas Polri
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi saat memberi keterangan dalam konferensi pers di Kantor ASDP Cabang Merak. (Foto: Maulana/Ekbisbanten.com)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Jelang memasuki bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi meninjau jalur mudik Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Dalam tinjauannya, Firman mengatakan pihaknya telah menyiapkan manajemen traffic atau lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan para pemudik nanti.

Pasalnya, ketika Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri menurut Firman jumlah pemudik nanti diperkirakan sebanyak 70-80 juta orang. Untuk itu, pihaknya merasa perlu menyiapkan manajemen lalu lintas.

“Yang pertama kita dari menghitung perkiraan jumlah kendaraan yang ada kita akan mengambil salah satu manajemen yang kita sebut dengan peningkatan kapasitas,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (30/3/2022).

“Jadi kalau biasanya di sini hanya 3 lajur 4 lajur jalan tol, tidak menutup kemungkinan nanti pada saat situasi arus kebangkitan naik kita akan gunakan lajur kendaraan sebaliknya yang kita sebut Contra Flow, bahkan sampai ekstrem kita mengatakan one way kesana. Itu meningkatkan kapasitas namanya tapi tentu juga dengan kesiapan-kesiapan jalan-jalan yang lain,” sambung Firman.

Selanjutnya, kata Firman, pihaknya juga telah berencana menyiapkan manajemen tentang bagaimana mengatur antara kendaraan berat dan kendaraan pribadi. Namun, untuk manajemen itu perlu menunggu hasil rapat nasional.

“Nanti tergantung, karena rapat nasional belum kita laksanakan. Ini baru langkah awal, juga itu supaya di jalan tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Manajemen traffic yang terakhir, Firman mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik nanti dianjurkan untuk menggunakan angkutan umum guna mengurangi kepadatan kendaraan.

“Jadi ada beberapa langkah yang akan kita kerjakan, termasuk pengaturan roda dua, roda empat, jalan arteri, jalan tol kemudian di tempat wisata nanti juga akan ada ganjil-genap, itu semuanya manajemen traffic,” katanya.

Firman juga menegaskan, pemberlakuan manajemen traffic tersebut semata-mata untuk kelancaran dan kenyamanan para pemudik di jalan hingga tiba di kampung halaman.

“Semuanya ini kita lakukan untuk kelancaran, bukan untuk menghambat masyarakat atau perputaran ekonomi yang sedang kita upayakan,” pungkasnya.***