Kajari Cilegon Dipromosikan ke Kejati Bengkulu, Ini Sejumlah Capaian Kinerjanya

27
Kejati Cilegon

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cilegon Ely Kusumastuti per 11 Maret 2022 resmi tak menjabat lagi. Ely dipromosikan sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Kejati Bengkulu.

Diketahui, Ely menjabat sebagai Kajari Kota Cilegon selama 1 tahun 7 bulan. Selama menjabat, Ely mengklaim telah memberikan pelayanan dan pengabdian semaksimal mungkin kepada Kota Cilegon.

“Dari sisi Perdata dan Tata Usaha Negara kita sudah mengembalikan aset negara lebih dari Rp 28 miliar, baik itu aset BUMN maupun aset Kota Cilegon, baik itu aset bergerak maupun tidak bergerak,” katanya saat konferensi pers di kantor Kejari Cilegon, Jumat (11/3/2022).

“Kami juga sudah berhasil mengemban amanat untuk 285 Surat Kuasa Khusus, kemudian kami juga sudah menandatangani cukup banyak MoU dengan Pemda, dengan BUMN, BUMD serta SKPD terkait sebagai bentuk pelayanan dan sebagai bentuk pengabdian kami kepada pembangunan Kota Cilegon dan masyarakat Cilegon,” sambungnya.

Selanjutnya, terkait penanganan perkara Kejari Cilegon juga telah melakukan Restoratif Justice kepada pihak-pihak yang berperkara sebagai alternatif penyelesaian dengan cara kekeluargaan.

“Kami juga sudah melaksanakan Restoratif Justice juga, kami juga berusaha mengadili dengan nurani walaupun tidak ada transaksional pun nurani kami pakai, itu bentuk pelayanan dan pengabdian kami kepada masyarakat Cilegon,” ujar Ely.

Selain itu, Ely membeberkan bahwa Kejari Cilegon juga dari sisi penangan terhadap pidana khusus tindak pidana korupsi telah berhasil mengungkap empat kasus.

“Selama saya menjadi Kajari Cilegon tim Kasi Pidsus beserta Jaksa penyidik, penyelidik kami sudah ada empat perkara yang sudah naik dalam tahap penyidikan, satu sudah sidang atas nama mantan Kepala Dishub,” ungkapnya.

Empat kasus tindak pidana korupsi tersebut, dikatakan Ely yaitu antara lain dugaan kasus korupsi pada BPRS-CM, Dinas Lingkungan Hidup, Jalan Lingkar Selatan dan kasus yang menjerat mantan Kepala Dishub Kota Cilegon yang telah disidangkan.

Terkahir dari sisi perdata, pidana umum dan pidana khusus serta terkait dengan barang bukti Kejari Cilegon sudah memberikan pelayanan lelang.

“Kemudian untuk tilang kami juga sudah melakukan kerjasama, nanti biar dijelaskan oleh Kasi Pidum serta tim biar ada porsi karena saya tidak kerja sendiri,” tutupnya.***