Kadet 1947: Film Drama Tentang Perjuangan Para Pemuda Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

21
Kadet 1947
Produser Film Kadet 1947 Tesadesrada Ryza (kedua dari kiri) bersama Direktur Utama PT Krakatau Sarana Property (KSP) Ridi Djajakusuma (ketiga dari kiri) dan dua pemeran film berfoto bersama usai acara Media Lunch di restoran The Surosowan, The Royale Krakatau, Rabu, 1 Desember 2021. (Foto: Maulana Abdul Haq/Ekbisbanten.com)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Temata Studios merilis film terbaru yang berjudul ‘Kadet 1947’. Film drama tersebut menceritakan tentang sebuah perjuangan para pemuda di Maguwohargo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 1947 dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat terjadi agresi militer Belanda pertama.

Film yang digarap di awal masa pandemi Covid-19, tepatnya pada 15 Maret 2020 di Maguwoharjo dan sejumlah daerah lainnya di sekitar Jawa Tengah tersebut, diperankan oleh Indra Pacique sebagai Jenderal Sudirman dan Ramadan Al Rasyid sebagai Abdul Rahman Saleh, serta Tesadesrada Ryza selaku Produser film tersebut.

“Kita terinspirasi dari channel-channel yang membuat film inspiratif, sehingga ketika kesempatan ini muncul kami mengangkat film Kadet 1947 sebagai film drama yang terinspirasi dari sejarah yang terjadi di 1947,” kata Produser Film Kadet 1947 Tesadesrada Ryza kepada wartawan saat acara Media Lunch di Restoran The Surosowan, The Royale Krakatau Hotel and Convention Cilegon, Rabu (1/12/2021).

Selain terinspirasi dari channel yang membuat film inspiratif, Ryza mengaku pihaknya melihat peluang pada generasi muda saat ini yang cenderung mengkonsumsi segala jenis konten yang ada di sosial media.

Namun, ia ingin mengarahkan agar generasi muda tersebut melihat konten yang lebih bermanfaat yang dapat menimbulkan rasa nasionalisme.

“Sebenarnya ini bagian dari kami untuk bisa membuat konten yang memiliki value yang bisa dibagikan kepada orang agar kita menjadi negara, bangsa yang tangguh, bangsa yang berjuang di negeri ini dengan mengisi kemerdekaan dengan banyak hal positif yang sebenarnya selama ini sangat jarang sekali, apalagi di film,” ujarnya.

Film yang baru selesai digarap satu minggu tersebut, Ryza mengklaim telah ditonton sekitar 60 ribu penonton yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

Ryza juga mengatakan film drama peperangan tersebut sangat cocok untuk ditonton oleh generasi muda saat ini. Pasalnya, film tersebut disajikan secara modern dan kekinian.

“Ini sangat relate banget sama anak muda sekarang yang rebel, sotoy, , disepelein, gak dianggap sama senior-senior lainnya, sehingga kisah Kadet itu menarik bahwa ini seharusnya bisa menjadi inspirasi anak muda sekarang dengan talenta, potensi yang kita punya bahwa kita bisa bahu membahu membangun Indonesia,” ucapnya.

Film yang diproduksi hasil dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk BUMN tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi generasi muda untuk menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan menjadi salah satu jalan menuju kebangkitan film nasional.

“Biaya produksi tentu kalau kita bicara angka ini sangat relatif untuk kita sampaikan di sini. Film ini merupakan kolaborasi dari banyak pihak, sehingga apa yang kita perjuangkan ini merupakan pengorbanan banyak pihak juga. Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua kemudian menjadi satu bagian kebangkitan film nasional kita yang diisi dengan film-film berkualitas,” ujarnya.***