Jualan Camilan Khas Banten Ini, Suhandi Meraup Untung Belasan Juta Rupiah Per Bulan

50
Suhandi, pemilik Home Industri Gipang Tiga Bunda sedang menunjukan produk Gipang miliknya di kediamannya di Lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kota Cilegon, Senin (27/9/2021). (Foto/Maul/Ekbisbanten.com)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Warga Banten dan khususnya warga Cilegon siapa yang tak mengenal dengan kue Gipang? Kue yang sudah sangat familiar terdengar di telinga masyarakat Cilegon seraya membayangkan bentuk dan rasanya yang enak, gurih dan manis.

Camilan khas Banten berbahan baku beras ketan, gula pasir, asem jawa, dan kacang tanah yang biasanya ramai tersaji di momen hari raya lebaran tersebut ternyata selain memiliki cita rasa yang nikmat di lidah, juga memiliki nilai ekonomis yang cukup menguntungkan.

Suhandi, pemilik Home Industri Gipang Tiga Bunda yang berlokasi di Jalan Purbaya, Lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon mengatakan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ia dirikan sejak 2007 silam tersebut berhasil meraup untung hingga belasan juta rupiah setiap bulan dengan penjualan hingga ratusan bungkus dan toples yang tersebar di Kota Cilegon dan Kota Serang.

“Alhamdulillah bulan ini kita sedang merintis kembali dengan keuntungan Rp15 juta per bulan,” kata Suhandi kepada Ekbisbanten.com, Senin (27/9/2021).

Keuntungan yang didapatnya saat ini sebenarnya mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Pasalnya, Suhandi mengaku sebelum pandemi melanda dunia, dirinya mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.

“Sebelum pandemi bisa sampai Rp20 juta, ketika ada pandemi turun hingga sekitar 50 persen,” ujarnya.

Suhandi menyampaikan, usaha miliknya tersebut merupakan usaha milik keluarga dengan enam pegawai yang merupakan anggota keluarganya sendiri. Harga Gipangnya pun cukup bervariatif.

“Yang bungkusan itu harganya Rp15 ribu, kalau yang toples Rp20-60 ribu,” ucapnya.

Sebagai bagian dari UMKM, Suhandi mengaku kerap mendapatkan bantuan berupa pinjaman dana dari program pemerintah setiap tahunnya guna mengembangkan usahanya.

“Saya pernah pinjam dari program di Kelurahan setiap tahun dapat Rp50 juta,” tutupnya.

Untuk diketahui, selain menjual Gipang Home Industri Tiga Bunda juga mempersilakan masyarakat mengunjungi untuk melihat bagaimana proses pembuatan Gipang. (Mg-Maul)