Jokowi Optimistis Ekonomi Indonesia Pulih pada 2021

89
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto tangkap layar zoom meeting BI Banten)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2020 dan tahun 2021 akan tumbuh lebih positif.

“Sinyal positif perekonomian juga sudah semakin jelas, kerja keras kita mulai menampakan hasil, pada trwiulan II-2020 ekonomi kita terkontraksi -5,32 persen dan pada triwulan III-2020 perekonomian kita terkontraksi -3,49 persen. Artinya telah melewati titik terendahnya, titik balik menuju membaik, trend positif membaik dan dengan momentum ini saya yakin kita akan bergerak lagi kearah positif di triwulan keempat 2020 dan seterusnya,” kata Jokowi saat memberikan arahan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten secara virtual, Kamis (3/12).

Jokowi menjelaskan, hal itu didukung dengan adanya perbaikan sektor industri pengolahan sebagai kontirbutor terbesar produk domestik bruto (PDB) yang mulai menunjukan positif pada Oktober 2020.

“Kemudian perbaikan didukung oleh peningkatan impor bahan baku dan barang modal di bulan Oktober, neraca perdagangan yang mengalami surplus 8 miliar dolar Amerika Serikat triwulan III-2020 turut mendukung ketahanan sektor eksternal,” katanya.

Di pasar keuangan, Presiden Jokowi menilai kepercayaan investor juga terus meningkat. Hal itu terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir.

“Dari sisi pasar modal dan keuangan kinerja IHSG dan nilai tukar rupiah lanjut Jokowi menunjukan peningkatan hingga mencapai level masing-masing, IHSG di 5.522 dan kurs rupiah dola Rp14.050 pada 17 November 2020,” katanya.

“Perbaikan kinerja IHSG ini terdorong oleh peningkatan indeks saham sektoral, sektor industry jasa mengalami pemulihan saham terbesar sejak penurunan tajam sejak 24 Maret 2020 yang lalu,” sambung Jokowi.

Jokwo berharap, momentum pertumbuhan ekonomi yang positif ini terus dijaga secara bersama-sama, sehingga sesuai dengan yang diharapkan.

“Momentum pertumbuhan yang positif ini tentu harus terus kita jaga, harus tetap hati-hati, tidak boleh lengah dan kita harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, wasapada agar jangan sampai terjadi gelombang yang kedua, yang akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah kita lakukan,” katanya.

Caranya kata Jokowi dengan terus fokus bergerak kedepan, pada upaya-upaya untuk keluar dari pandemi, dengan mempersiapkan vaksin dan program vaksinasi dengan cermat agar bisa bangkit dan pulih dari pandemi Covid-19.

“Untuk itu, kita harus bergerak cepat, karena masih banyak pekerjaan yang belum kita selesaikan,” katanya.

Sebab tambah Jokowi, saat ini pemerintah akan dihadapkan dengan besarnya jumlah pengangguran akibat PHK di masa pandemi, dan menghadapi besarnya angkatan kerja yang memerlukan lapangan pekerjaan.

“Karena itu pemerintah berketetapan hati melakukan reformasi strukturual, membenahi regulasi yang kompleks dan birokrasi yang rumit kita semuanya tahu posisi nomor satu di Global Business Complexity Index yang paling rumit di dunia dan itu kita harus akhiri. Itulah semangat yang mendasari lahirnya Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif, berdaya saing agar lembaga mikro kecil dan menengah lebih berkembanga dan industry pada tenaga kerja tumbuh dengan pesat perizinan dipermudah, izin usaha UMKM cukup dengan pendaftaran saja dan banyak kemmudahan-kemudahan laainnya,” katanya.

Jokowi juga menambahkan, trend kasus Covid-19 di Indonesia saat ini terus mengalami penurunan dibandingkan dengan kondisi negara-negara lain di dunia.

“Sinyal positif sudah kita lihat, alhamdulillah laporan yang saya terima hari ini, kasus aktif Covid-19 di Indonesia lebih rendah dari rata-rata dunia,” katanya.

Ia menyebutkan, Indonesia memiliki kasus aktif sebesar 12,72 persen, sedangkan rata-rata petumbuhan dunia 28,04 persen.

“Kemudian tingkat kesembuhan juga semakin membaik mencapai angka 84,02 persen lebih baik dari angka kesembuhan dari rata-rata dunia sebesar 69,56 persen,” tutup Jokowi. (ismet)