Jika PPKM Diperpanjang, Pedagang Ikan di Karangantu Terancam Gulung Tikar

28
Suasana lapak ikan di Karangantu./dok/Raden Warna/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Wacana pemerintah pusat akan melanjutkan PPKM darurat mendapatkan respon dari pedagang dan nelayan ikan Karangantu, Kota Serang.

Pihaknya khawatir penambahan waktu penerapan PPKM darurat akan berdampak signifikan terhadap bisnis yang semakin memburuk hingga terncam gulung tikar.

Salah satu tengkulak ikan di Karangantu Agus mengatakan, sejak awal pemberlakuan PPKM darurat pada 3 Juli 2021, penjualan berbagai jenis ikan mengalami penurunan hingga 45 persen.

“Ya gimana kalau PPKM diperpanjang lagi mah bisa-bisa kita gulung tikar,” kata Agus kepada Ekbisbanten.com, Jumat (16/7).

Lanjut Agus, untuk suplay ikan dari nelayan, selama masa PPKM berlangsung masih berjalan dengan normal tanpa mengalami kedala.

“Yang kita bingung yah, ikannya gak habis terus di bekuin lama-lama kan busuk juga, yang ada kita buang modal, karena barang kumpul semua disini,” kata Agus.

Dalam kondisi pengetatan seperti ini, kata dia para tengkulak mengalami kerugian hingga Rp1 juta/hari karena penjualan ikan menurun akibat sepinya pelanggan.

“Biasanya ikan yang besar ini banyak dibeli buat bakar-bakaran, beberapa jenis ikan juga kita kirim ke Jakarta untuk diekspor, tapi sekarang kan PPKM jadi gak bisa,” imbuhnya.

Masih kata Agus, jelang Lebaran Idul Adha, jika kondisi normal harga jual ikan terbilang stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

“Kalau gak PPKM yah stabil,” tutup Agus. (Raden)