Pedagang sayur Sunarti (60) mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merah tersebut telah berlangsung satu minggu setelah sebelumnya seharga Rp20 ribu per kilogram.
“Naiknya gak kira-kira, tinggi sekali. Awalnya 20 ribu per kilogram, terus naik 40, naik lagi 60, naik lagi 90 ribu, setiap hari naik,” katanya kepada EkbisBanten.com, Selasa (21/12/2021).
Sunarti menyampaikan, dirinya tidak mengetahui persis penyebab kenaikan salah satu bumbu dapur yang terkenal pedas tersebut. Namun, ia menduga kenaikan tersebut disebabkan cuaca buruk dan menjelang akhir tahun.
“Biasanya semenjak dulu kalau mau tahun baru memang begitu, tahun kemarin bahkan sampai Rp130-140 ribu per kilogram. Kemungkinan sekarang Rp90 ribu bisa naik terus ini,” ujarnya.
Atas kenaikan harga tersebut, dikatakan Sunarti, berdampak pada penjualan sehari hari. Pasalnya, para pembeli sudah mulai mengurangi takaran pembeliannya.
“Yang biasanya beli 1 kilogram sekarang belinya 1/4 kilogram, yang biasanya beli 1/2 kilogram malah jadi 1 ons. Turun drastis,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan pedagang sayur lainnya di Pasar Baru Kranggot Cilegon M Lutfi (40). Ia mengaku terpaksa mengurangi jatah belanja cabai rawit merah tidak seperti biasanya.
“Pengaruh banget. Saya biasanya belanja rawit itu 20 kilogram, kalau naik begini mah saya kurangi jadi 10 kilogram saja,” akunya.
Sementara di tempat yang sama, salah seorang pengunjung Pasar Baru Kranggot Cilegon Halimah (43) berkeberatan dengan tingginya harga cabai rawit merah.
Meski begitu, ia mengaku tidak ada pilihan lagi selain tetap membelinya, hanya saja jumlahnya dikurangi demi menghemat uang belanjanya.
“Ya bagaimana lagi namanya butuh buat masak, cuma ya saya kurangin aja belinya jadi gak banyak-banyak,” ujarnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data harga komoditas bahan pangan UPTD Pasar Baru Kranggot Cilegon per hari ini menyebutkan, selain cabai rawit merah, kenaikan juga terjadi pada cabai rawit hijau, daging ayam ras, telur ayam ras, wortel, tomat, bawang bombay dan bawang putih bonggol.***
]]>