Jasa Raharja Santuni Korban Tabrakan Bus Beruntun Tol Jakarta-Merak

11
Foto: Istimewa

SERANG, EKBISBANTEN.COM – PT Jasa Raharja Cabang Banten bergerak cepat mendata korban kecelakaan tabrakan beruntun tiga bus yang terjadi di Jalan Tol Jakarta-Merak KM 68 Serang, Banten, pada Sabtu (16/10).

Kecelakaan yang terjadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB menelan 13 korban luka-luka berat dan satu orang meninggal dunia.

Kabag Operasional PT Jasa Raharja Cabang Banten H Kurnia Indrawan mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecalakaan lalulintas.

“Iya betul, setelah mendapat laporan bahwa ada satu orang meninggal dunia dan 13 korban luka-luka berat, tim kami dari Jasa Raharja Cabang Banten bersama pihak Kepolisian langsung terjun ke lokasi dimana korban ditangani, yaitu RS Sari Asih Serang, untuk memperoleh keterangan dan data-data dari ahli waris untuk proses pemberian santunan dan biaya pengobatan,” kata Kabag Operasional PT Jasa Raharja Cabang Banten H Kurnia Indrawan.

Kurnia Indrawan yang langsung turun ke lapangan bersama tim mengatakan setelah mendapatkan data-data dari pihak kepolisian setempat, kemudian dicocokkan dengan data di RS Sari Asih diketahui bahwa akibat kecelakaan beruntun tersebut satu orang meninggal dunia bernama H Bonto, warga Kp Tonjong Rancailad, Kec Kresek, Kab Tangerang, dan 13 orang mengalami luka-luka berat sampai ringan.

Belum diketahui pasti penyebab tabrakan beruntun tiga bus yang ketiganya Bus PO Komara Balaraja dengan Nopol masing-masing (A-7517-ZM), (A-7516-ZA) dan (A-7535-ZA), namun dugaan sementara karena sopir menjalankan busnya ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi.

Kurnia mengatakan Jasa Raharja sebagai perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara bekerja secara profesional yang mengutamakan pelayanan terbaik dan tercepat dalam menangani kasus-kasus kecelakaan.

“Kami tidak mau mengecewakan mereka, karena selain dana yang dikelola perusahaan adalah uang mereka, dan mereka pun tentu menuntut pelayanan yang cepat dan prima,” ujar Kurnia.**