Jasa Raharja Ajak Warga Pandeglang Manfaatkan Penghapusan Denda PKB

52

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – PT Jasa Raharja Cabang Banten bersinergi dengan Polres Pandeglang dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten melalui Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Samsat Pandeglang terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi pajak daerah. Kali ini, sosialisasi menyasar warga dan aparat desa se Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Rabu (11/11).

Turut hadir sebagai narasumber Staff Adm. Tk.I Samsat Pandeglang Patra Manggala. Selain itu kegiatan sosialisasi ini juga turut dihadiri Sekmat Kaduhejo Pandeglang Agung, Kabid Pajak Provinsi Banten Ahmad budiman, Kanit Regident Pandeglang Moch Fahmi Prakasa.

Kabagops PT Jasa Raharja Cabang Banten Benyamin Bob Panjaitan mengatakan, selain menyampaikan manfaat sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ), para peserta sosialisasi diberikan pemahaman pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor.

“Melalui sosialisasi ini kami ingin membangun kesadaran warga membayar pajak daerah, khususnya pajak kendaraan bermotor. Sebab, tidak semua orang sadar dan taat memenuhi kewajiban perpajakannya,” ujar Benyamin Bob Panjaitan.

Terlebih kata Benyamin, saat ini untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor, wajib pajak yang menunggak tidak dikenakan denda.

“Karena saat ini Pemprov Banten sedang memberlakukan relaksasi untuk sejumlah jenis pajak sejak 5 November hingga 23 Desember,” terang Benyamin.

Adapun jenis pajak yang diberikan relaksasi itu adalah denda pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor, dan penghapusan tarif progresif.

“Tujuannya ini untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pembayaran pajak daerah dan meringankan beban masyarakat,” katanya.

Pemberian relaksasi pajak daerah tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020.

“Untuk itu saya mengajak kepeda seluruh warga Banten untuk manfaatkan program penghapusan sanksi administratif atau denda PKB, BBNKB, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, serta penghapusan tarif progresif yang akan diberlakukan sampai akhir 2020 ini,” pungkasnya. (Red)