Iuran Rp16.800/Bulan, Peserta BP Jamsostek Terima Santunan Kematian Rp42 Juta

114
Iuran Rp16.800/Bulan, Peserta BP Jamsostek Terima Santunan Kematian Rp42 Juta
Anggota Komisi III DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah didampingi Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah Banten Eko Nugriyanto, dan Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Serang Didin Haryono, menyerahkan santunan kematian BP Jamsoatek kepada perwakilan ahli waris pekerja rentan di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Kamis (18/6).

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek menyerahkan santunan jaminan kematian (JKM) senilai Rp252 juta kepada enam ahli waris pekerja rentan di Kabupaten Pandeglang. Masing-masing ahli waris mendapat santunan Rp42 juta.

Penyerahan santunan diberikan secara simbolis oleh Anggota Komisi III DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Kamis (18/6).

Turut hadir menyaksikan penyerahan santunan kematian BP Jamsostek, Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah Banten Eko Nugriyanto, Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Serang Didin Haryono, Asisten Deputi Wilayah BP Jamsostek Bidang Keuangan Wilaya Banten Mulyana, Sekda Kabupaten Pandeglang Pery Hasanudin, Kepala DPMPD) Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Serang Didin Haryono mengungkapkan, enam pekerja rentan yang meninggal dunia tersebut berprofesi sebagai RT/RW, guru ngaji, kader posyando, dan BPD yang ada di Kabupaten Pandeglang.

“Jumlah yang kami berikan santunan itu ada enam orang yang meninggal dunia untuk ahli warisnya. Per orang atau ahli waris mendapat santunan Rp42 juta,” ujar Didin Haryono.

Didin menjelaskan, keenam pekerja rentan yang meninggal dunia tersebut meninggal dunia akibat sakit dan sudah memasuk usia tua.

“Jadi bukan meninggal dunia akibat kecelakaam kerja, tapi meninggal biasa,” katanya.

Masih kata Didin, keenam pekerja itu berhak mendapat santunan BP Jamsostek karena sudah tertdaftar sebagai peserta BP Jamsostek oleh Pemkab Pandeglang sekitar dua bulan.

“Rata-rata (yang mendapat santunan) baru jadi peserta dua bulan dan pada bulan ini masuk ketiga bulan. Kalau dihitung iuran yang masuk Rp16.800/bulan dikali tiga senilai Rp50.400,” katanya.

Didin mengaku, dibawah kepemimpinannya BP Jamsostek sudah banyak melindungi pekerja rentan, seperti guru ngaji, marbot masjid, petugas RT/RW, kader posyando dan pekerja rentan lainnya.

“Perlu saya sampaikan bawha BP Jamsostek telah hadir dan telah melindungi masyarkaat pekerja rentan sekalipun, termasuk guru ngaji. Iurannya yang tidak terdaftar oleh pemda seperti pedagang itu hanya Rp16.800, tetapi ketika dia (peserta) meninggal dunia atau kecelakaan kerja, peserta berhak mendapatkan santunan dari negara, Pemkab Pandeglang dan BPJS Ketenagakerjaan itu Rp42 juta. Padahal iurannya Rp16.800 per bulan,” ujar Dididin Haryono.

Didin berharap dengan iuran santunan terjangkau dan manfaat yang luar biasa tersebut, seluruh pekerja rentan di Pandeglang secara sukarela dan sadar mendaftarkan diri menjadi perserta BP Jamsostek.

“Tolong sampaikan kepada para petanti, pedagang-pedagang kecil, yang ingin mendaftar, cukup daftar dengan KTP saja, daftar kepada kami, dan kami akan lindungi. InsyaAllah ini bukan jualan kecap. Ini adalah suatu kenyataan, bahwa hari ini daftar bulan kemarin sekarang sudah ada perlindungan (santunan). 21 orang yang sudah meninggal kalau dihitung itu hampir Rp830 juta lebih. Ini adalah salah satu bentuk kehadiran Pemkab Pandeglang dan bentuk kehadiran masyarakat bagi kita yang ada di Pandeglang. Terimakasih kepada pemrintah Pemkab Pandeglang,” katanya.

Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah Banten Eko Nugriyanto mengungkapkan, total pekerja rentan yang mendapat santunan kematian BP Jamsostek, dengan pembiayaan iuran dari Pemkab Pandeglang yang sudah meninggal dunia sebanyak 21 orang ahli waris.

“Santunan secara simbolis ini kali kedua kami berikan di Pemkab Pandeglang,” kata Eko.

Namun kata Eko, pekerja rentan yang sudah didaftarkan Pemkab Pandeglang dan tercover BP Jamsostek hingga kini sbanyak 14.010 ribu pekerja rentan seperti guru ngaji, petugas RT/RW, kader posyando, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan satlinmas desa.

“Hingga saat ini sudah lebih dari 14.010 pekerja (RT/RW, guru ngaji, kader posyando, BPD dan Satlinmas desa) yang sudah terdaftar BP Jamsostek dari sekitar 26 ribu lebih potensi yang akan menjadi peserta BP Jamsostek. Dan ini sangat baik kedepannya agar semua pekerja non formal terlindungi BP Jamsostek,” ujarnya.

Eko menjelaskan, 14.010 pekerja rentan di Pandeglang tersebut terdaftar dua program BP Jamsostek yaitu Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Dari total jumlah tersebut kata Eko didaftaran dan dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

“Semuanya dibiayai oleh Pemkab Pandeglang khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD),” jelas Eko.

Lebih lanjut Eko menambahkan, selain akan melindungi seluruh pekerja rentan di Pandeglang, lembaganya kini sedang gencar membidik pekerja-pekerja rentan lainnya di Kabupaten/kota di Banten.

“Kita di Kanwil Banten ini memang sedang menggalakan kesadaran atau pemahaman kepada seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Banten untuk supaya mereka sadar melindungi dirinya ketika bekerja,” katanya.

Apalagi kata Eko, Provinsi Banten memiliki 5 juta angkatan kerja dengan jumlah pekerja terbesar dari sektor pekerja non formal atau rentan.

“Di Provinsi Banten ini ada lebih dari 5 juta angkatan kerja. Nah itu yang baru terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek di Kanwil Banten itu baru sekitar 2 juta. Jadi lebih dari 3 juta yang belum menjadi peserta BP Jamsostek,” katanya.

Eko menambahkan, dari jumlah pekerja yang belum terlindungi BP Jamsostek itu didominasi dari sektor informal.

“Lebih banyak dari sektor informal (yang belum terdaftar). Seperti dibidang pertanian, nelayan, UMKM dan sebagainya. Karena banyak yang mempersepsikan bahwa BP Jamsostek itu hanya untuk pekerja-pekerja kantoran. Padahal BP Jamsostek itu hadir untuk seluruh masyarakat yang memang punya risiko ketika dia bekerja. Termasuk bapak/ibu semua yang membantu pemerintah dibidang misalkan, pengurus RT/RW, guru ngaji, kader posyando, satlinmas, dan BPD,” katanya.

Anggota Komisi III DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah mengungkapkan, mendukung penuh program BP Jamsostek, karena banyak manfaatnya bagi pekerja rentan yang ada di Kabupaten Pandeglang.

“Saya atas nama pribadi dan anggota DPR RI mengucapkan banyak terimakasih dan penghargaan setinggi-tinginya kepada Pemkab Pandeglang dan BPJS Ketenagakerjaan atas kepeduliannya melindungi pekerja rentan di Kabupaten Pandeglang,” katanya. (Red-01)