Investor Asing Masuk Rp 22 Triliun, Pasar SBN Sengit

29

EKBISBANTEN.COM – Pasar Surat Berharga Negara terpantau menguat dalam sebulan terakhir, seiring dengan masuknya investor asing ke pasar obligasi pemerintah Indonesia. 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam paparannya mengatakan investor asing sudah mulai masuk ke pasar obligasi negara (SBN) sejak awal Oktober, meski bila dilihat sejak awal tahun (year to date) investor asing masih mencatat penjualan bersih (net sell). 
Grafik Pergerakan Kepemilikan Investor Asing di SBN

“Pasar SBN menguat dengan rata-rata yield di seluruh tenor turun sebesar 13,8 basis poin month to date,” ujarnya dalam Konferensi Pers Perkembangan Kebijakan dan Kondisi Sektor Jasa Keuangan secara virtual, Senin (2/11). 

Bahkan, kalau dilihat sejak awal tahun hingga Oktober 2020, yield SBN turun 54,6 bps (year to date/ytd), seiring dengan masuknya investor asing pada pasar SBN. 
Grafik Yield Obligasi Negara Tenor 10 Tahun

Data OJK mencatat investor asing (non-residen) melakukan pembelian bersih yang cukup besar sepanjang Oktober, dengan nilai pembelian Rp22,7 triliun hingga 26 Oktober 2020 (month to date). Namun, sepanjang tahun berjalan hingga 26 Oktober, investor asing masih mencatat jual bersih Rp106,6 triliun. 

“Penguatan pasar SBN ini didukung oleh peningkatan partisipasi sektor perbankan di pasar SBN di saat permintaan kredit belum kuat,” ujar Wimboh. 

Akan tetapi, permintaan SBN terlihat lebih banyak pada instrumen dengan tenor jangka pendek. Selisih (spread) antara tenor jangka pendek dan panjang tercatat melebar akibat yield pada tenor jangka menengah-pendek lebih mendominasi penurunan yield

Baru-baru ini, pergerakan harga SBN juga dipengaruhi oleh tingkat inflasi Indonesia yang mulai tumbuh dan mengindikasikan pemulihan ekonomi. Badan Pusat Statistik mengumumkan Indonesia kembali mengalami ​inflasi pada Oktober 2020. 


Sebagai informasi, yield berlawanan arah dari harga, sehingga penurunan yield menunjukkan harga obligasi yang naik, dan demikian juga sebaliknya. (*/Raden)