Ini Tiga Bidang Usaha Potensial untuk Milenial

18
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Ahmad Syaukani
Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Ahmad Syaukani. (Foto: Ismatullah / Ekbisbanten.com)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Usia muda menjadi salah satu fase yang tepat untuk memulai bisnis atau usaha. Terlebih saat ini, dunia usaha lebih dipermudah dengan adanya sistem digital, sehinga banyak anak-anak muda atau milenial memilih berkarir sebagai pebisnis daripada bekerja dikantoran maupun pabrik.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Ahmad Syaukani memgatakan, terdapat beragam jenis bisnis paling cocok khususnya anak muda milenial yang dapat dijalankan. Namun, meski banyak jenis bisnis yang bisa dipilih, ia menyarankan tiga bidang usaha atau bisnis yang dinilai cukup menjanjikan. Ketiga bisnis atau usaha tersebut yakni bidang manufaktur, jasa dan perdagangan.

“Pertama bidang manufaktur. Bidang menufaktur ini membuat barang mentah menjadi barang jadi supaya ada value edded atau nilai tambah. Itu potensi yang pertama. Kedua bidang jasa. Sekarang itu bidang jasa sedang booming, seperti jasa pesan antar, jasa foto, dan jasa sewa itu banyak,” kata Ahmad Syaukani disela-sela konferensi pers Pendampingan Ekosistem Kewirausahaan Pemuda yang digelar Dispora Banten di Hotel Lynn, Kota Serang, Senin (1/11).

Menurutnya, ketiga bidang usaha tersebut sedang banyak digandrungi pebisnis anak-anak muda lantaran tidak sepenuhnya membutuhkan modal besar.

“Misalnya untuk bidang perdagangan, sekarang banyak bertebaran kafe-kafe coffe, barista dan industri kuliner di Provinsi Banten, khususnya di Kota Serang sedang menjamur dan luar biasa pangsa pasarnya, khsususnya kalangan mahasiswa,” katanya.

Ditambah kata dia, Pemprov Banten melalui Dispora Banten, Bappeda Banten dan sejumlah dinas terkait tengah mendorong anak milenials untuk terjun sebagai pebisnis pemula.

“Buat teman-teman yang mau berwirausaha pemerintah daerah akan memfasilitasi dengan pendampingan-pendampingan” katanya.**