Ini Sejarah Singkat Sumpah Pemuda Yang Perlu Kamu Ketahui

66
Para peserta pencetus Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda kedua, 28 Oktober 1928 (Foto: Mancode.id).

EKBISBANTEN.COM – Tepat tanggal 28 Oktober 1928 silam, ada peristiwa besar dan bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut bernama ‘Sumpah Pemuda’.

Dilansir dari museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id, sumpah pemuda lahir dari gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda kedua yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres tersebut digelar di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Dari kegiatan tersebut lah menghasilkan sumpah pemuda.

Pada rapat pertama yang diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng, Jakarta. Dalam rapat tersebut Soegondo memberikan sambutan yang berisi harapan Kongres Pemuda dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari pemuda.

Setelah sambutan Soegondo, acara dilanjutkan dengan penyampaian uraian Moehammad Jamin tentang tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Selanjutnya rapat kedua diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop . Dalam rapat tersebut membahas masalah pendidikan dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro. Keduanya bersepakat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Masih dalam waktu yang sama, namun di tempat berbeda digelar rapat ketiga di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat. Dalam rapat itu, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sementara Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Setelah tiga kali rapat, Kongres Pemuda kedua selesai. Namun sebelum ditutup para peserta kongres diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres.

Akhirnya, kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia, berbunyi :

                         PERTAMA. 

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATU, TANAH INDONESIA.

                            KEDOEA. 

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

                            KETIGA. 

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.

Adapun tokoh-tokoh dalam Sumpah Pemuda, dilansir dari tirto.id yaitu di antaranya Sugondo Djojopuspito, R.M. Joko Marsaid, Muhammad Yamin, Amir Sjarifudin, Johan Mohammad Cai, dan R. Katjasoengkana.**