Ini Lima Kebijakan Bank Indonesia Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional 2021

43
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto tangkap layar zoom meeting BI Banten)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, ada lima bauran kebijakan dari bank sentral untuk terus mendorong pemulihan ekonomi nasional pada 2021.

Pertama, pembukaan sektor produktif dan aman, kedua, percepatan realisasi stimulus fiskal, ketiga peningkatan kredit dan pembiayaan terhadap dunia usaha, keempat keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial, dan kebijakan kelima berupa digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya UMKM.

“Dengan adanya kebijakan ini BI akan mengoptimalkan sektor ekonomi produktif dengan memfasilitasi sektor potensial melalui berbagai program seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI), Fesyar maupun mendorong penggunaan transaksi keuangan dan ekonomi digital,” kata Perry saat memberikan arahan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten secara virtual, Kamis (3/12).

Lima kebijakan ini mengacu pada meningkatnya berbagai sektor ekonomi yang mulai pulih baik secara global maupun nasional selama tahun 2020.
Ia mengatakan, perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II-2020 sebesar -5,32 persen yang mengalami perbaikan pada triwulan III-2020 yakni sebesar -3,49 persen.

Hal ini menunjukan indikator membaiknya sektor industri pengolahan yang menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 40 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kita sudah melewati masa kritis perekonomian, berbagai kondisi ekonomi dan keuangan global maupun nasioal juga berangsur membaik, hal ini perlu diperkuat dengan adanya sinergi anatara BI dan pemerintah pusat guna menjaga kondisi ekonomi dan keuangan tetap kondusif,” katanya.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menjelaskan, BI harus mengambil bagian yang signifikan guna mengoptomalkan perbaikan ekonomi, terutama dalam menciptakan iklim industri kecil yang kondusif.

“Kita harus sama-sama berbagi tanggungjawab dan tugas guna memulihkan kondisi kesehatan yang berdampak pada keuangan dan ekonomi di Indonesia,” kata Jokowi.

Jokowi juga menjelaskan pada tahun 2021 nanti, pemerintah harus bersiap menghadapi tantangan besar diantaranya masalah pengangguran dan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru.

“Melalui vaksinasi dan semangat Undang-Undang Cipta Kerja diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat serta mampu meningkatkan produktivitas industry,” pungkas Jokowi. (Raden)