Ini Alasan Fraksi PKS DPRD Banten Tolak RUU Sisdiknas

98
Ketua Fraksi PKS DPRD Banten, Juheni M Rois.

SERANG,EKBISBANTEN.COM – Ketua Fraksi PKS DPRD Banten, Juheni M Rois, mendukung penolakan dari kalangan pendidikan madrasah terkait penghapusan frasa madrasah dalam RUU Sisdiknas yang dirumuskan oleh Kemendikbudristek.

Penolakan tersebut beralasan bahwa rumusan yang dikeluarkan RUU Sisdiknas tersebut sebuah langkah mundur, dan dikhawatirkan menjadi penilaian bahwa Kemendikbud ristek di era Nadiem Makarim sekarang. Sehingga tidak memprioritaskan pendidikan agama dalam pendidikan nasional.

Juheni mengatakan, bahwa pasca reformasi, negara telah memberikan pengakuan kepada madrasah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional melalui UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, dimana Madrasah dinyatakan sebagai bagian pendidikan formal,” ujar Juheni ditemui di DPRD Banten, Rabu (30/3/2022).

BACA JUGA : Dimyati Sampaikan Orasi Politik Dalam Rakerda DPD PKS Pandeglang

Menurutnya, seharusnya Kemendikbudristek lebih memperkuat lagi keberadaan madrasah sebagai satuan pendidikan yang telah berkontribusi ikut mencerdaskan anak – anak bangsa.

“Di Banten ini, berapa ribu sekolah madrasah yang terus eksis berjuang mencerdaskan masyarakat meski minim dukungan dari pemerintah,” terangnya.

Juheni menyampaikan komitmen nya untuk menyuarakan kepentingan madrasah. Sebab itu, Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Fraksi PKS DPR RI agar frasa madrasah tetap dipertahankan dalam UU Sisdiknas.

Bahkan, lanjutnya, diperkuat keberadaanya dengan memastikan negara memperhatikan sarana prasarana dan kesejahteraan guru madrasah.

“Saya akan memperjuangkan keberadaan madrasah karena peran nya yang sangat luar biasa dalam pendidikan, terlebih saya pribadi merupakan alumni madrasah,” tegasnya.