Ingin Punya Rumah KPR? Kenali Dulu Apa Itu Floating Rate Sebelum Menyicilnya

Ilustrasi Rumah KPR. Foto: snowing/freepik.com

EKBISBANTEN.COM – Apabila ingin memiliki rumah dengan sistem KPR yang melibatkan bank, maka dapat dipastikan kita akan menemukan istilah dua jenis suku bunga. 

Suku bunga yang dimaksud ialah floating rate dan fixed rate. Floating rate dapat diartikan sebagai bunga mengembang atau berjalan.

Nah, sebelum mengambil rumah dengan KPR, ada baiknya kita mengetahui floating rate lebih dalam. 

Floating Rate

Dirangkum dari berbagai sumber oleh Ekbisbanten.com pada Kamis, 19 Oktober 2023, Floating rate merupakan produk KPR yang tidak memiliki suku bunga tetap atau mengambang sesuai dengan namanya floating. Artinya, dalam penerapannya akan mendapatkan diskon pada suku bunganya.

Akibat dari adanya metode floating rate ialah nominal yang harus dibayarkan tidak setinggi suku bunga biasanya dan akan dibebankan kepada peminjam setelah periode suku bunga tetap berakhir. 

Floating rate  sendiri ditetapkan oleh perbankan dan terus berubah selama jangka waktu pinjamannya. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI rate, suku bunga pasar, atau kebijakan dari bank pegadaian itu sendiri.

Artinya, saat suku bunga BI naik, suku bunga KPR pun otomatis akan meningkat. Sebaliknya, ketika turun, maka seluruh beban pembayaran cicilan yang dibebankan  juga akan menurun.

BACA: Ingin Punya Rumah? Yuk Kenali Sistem Pembayaran untuk Membelinya

Contoh Perhitungan Floating Rate

Contoh pada tahun pertama KPR, cicilan bisa bisa rendah sampai Rp1,5 juta per bulan dengan tingkat bunga 10 persen. 

Editor :Rizal Fauzi

Tags

Bagikan Artikel

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Scroll to Top