Indosat Beri ‘Bonus’ Rp1,5 Juta Buat Pegawai Kerja dari Rumah

86
Foto: CNN Indonesia

JAKAKRTA, EKBISBANTEN.COM – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) memberikan bonus gaji senilai Rp1,5 juta kepada karyawan perusahaan yang menjalankan sistem kerja dari rumah (work from home). Kebijakan ini dilakukan di tengah tekanan ekonomi karena wabah virus corona (covid-19).

SPV Head Corporate Communication Indosat Ooredoo Turina Farouk menjelaskan pemberian bonus dipukul rata untuk semua jabatan dan hanya diberikan satu bulan pada Maret 2020. Perusahaan telekomunikasi itu sudah melakukan pencairan bersamaan dengan kebijakan percepatan masa gajian akibat kondisi penyebaran virus corona.

“Sudah masuk (ke gaji karyawan) karena gajinya juga dimajukan. Ini terkait kondisi (ekonomi) terakhir saat ini,” ungkap Turina dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (23/3).

Turina mengatakan pemberian bonus kepada karyawan sudah melalui perhitungan yang matang, termasuk dampaknya ke beban operasional perusahaan. Ia turut menekankan sistem kerja di rumah juga tidak akan mengganggu operasional perusahaan dan layanan kepada pelanggan.

“Manajemen memberikan tambahan bantuan sebagai bentuk perhatian kepada karyawan yang harus tetap bekerja secara jarak jauh dari rumah masing-masing. Semua sudah diperhitungkan,” katanya.

Di sisi lain, kebijakan ini diambil sejalan dengan himbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengimbau karyawan mulai bekerja dari rumah. Begitu juga dengan penetapan status darurat 14 hari dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kendati begitu, Turina belum bisa memberi kepastian berapa lama sistem kerja dari rumah akan diberlakukan perusahaan. Begitu juga dengan opsi pemberian bonus lagi ke depan.

“Until further notice (sampai pemberitahuan selanjutnya),” ucapnya.

Lihat juga: Corona, Kadin Beri Anies Catatan soal Pembatasan Operasional
Sebelumnya, Jokowi mengimbau agar masyarakat mulai membatasi interaksi sosial (social distancing) di tengah pandemi corona. Caranya, dengan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan masa tanggap darurat virus corona di Indonesia akan berlangsung dari 29 Februari 2020 sampai 29 Mei 2020. Bersamaan dengan proyeksi tersebut, Anies menetapkan masa darurat corona DKI Jakarta selama 14 hari sejak Jumat (20/3).

“Masa waktu 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang dengan kondisi,” kata Anies.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Senin (23/3) pukul 13.30 WIB, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sudah mencapai 514 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 orang meninggal dunia dan 29 orang sembuh.

Sementara berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona mencapai 1.447, di mana 1.050 diantaranya sudah selesai masa pemantauannya. Namun, 397 orang masih dalam proses pemantauan.

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 646 dengan 394 orang diantaranya masih dirawat dan 252 orang sudah pulang dan dinyatakan sehat.

Sumber : CNN Indonesia